Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang sudah digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan pemerintah. Tapi, menurut M. Rizal Taufikurrahman dari Indef, ada satu hal krusial yang tak boleh dilupakan: tata kelola. Tanpa itu, program ini bisa jadi malah menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Rizal menekankan, MBG jangan cuma dipandang sebagai bantuan sosial sesaat. Memang, bantuan makanan itu penting. Namun begitu, jika tidak dikelola dengan benar, risikonya besar. Penerima manfaat mungkin hanya merasakan keuntungan jangka pendek, tanpa ada dampak yang berkelanjutan bagi hidup mereka.
"Tata kelola menjadi penting," tegas Rizal dalam sebuah diskusi, Kamis lalu.
"Jangan sampai program MBG ini justru menjadi beban fiskal antargenerasi tanpa ada imbal hasil konteks ekonomi jangka panjang secara memadai," imbuhnya.
Nah, poinnya di sini. Menurut ekonom ini, pemerintah harus punya visi lebih jauh. Program ini harus bisa membuka peluang. Artinya, selain mendapat makanan bergizi, penerima yang kebanyakan adalah anak-anak dan remaja perlu diberi ruang untuk meningkatkan produktivitas mereka di masa depan.
Artikel Terkait
Dari Puing Kebakaran ke Pasar Global: Kisah Dewi Aminah Bangun Iswara Food
MIND ID dan Pertamina Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Pemerintah Siapkan Insentif Rp570 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi 2025
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta