SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Peduli Hukum Indonesia (LPHI) DKI Jakarta, Machfud Fauzi berharap para pengelola dan pemimpin negara untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat agar tidak semakin terpolarisasi jelang Pemilu 2024.
Hal ini diungkapkan Dedy (panggilannya) melihat kondisi psikologis kemasyarakatan menjelang Pemilu 2024 ini dimana semakin mendekati hari H pencoblosan, suasana kebatinan antarmasyarakat, kian memanas.
Dia melihat saat ini masyarakat terlibat saling serang untuk meyakinkan jago masing-masing, juga saling curiga mencurigai yang semakin meningkat intensitasnya.
Baca Juga: LPHI Meminta Perlindungan Hukum ke MA Terkait Adanya Dugaan Indikasi Suap di Kasasi Perkara Savitri
Ironisnya, lanjut dia, hal ini terjadi bukan hanya di kalangan elit politik atau peserta pemilu dan timsesnya saja, tetapi sudah sampai ke grass root.
“Polarisasi ini tidak boleh dibiarkan. Harus segera disatukan dan direkatkan kembali,“ tegasnya di Jakarta, Selasa, 2 Januari 2024.
Salah satu faktor penyebab ketidakharmonisan masyarakat ini, menurut Dedy, adalah kian seringnya bergaung isu ketidaknetralan pemerintah dan institusi penyelenggara negara.
Artikel Terkait
Gus Yahya Tegaskan Sikap: Hukum Harus Jalan Meski untuk Saudara Sendiri
Bantuan Rp 600 Ribu Per Bulan Mulai Cair untuk Korban Bencana di Sumatera
Kripto dan Konglomerat: Ketika Uang Besar Masuk ke Dunia Tanpa Mata
KPK: Travel Haji Sudai Kembalikan Rp 100 Miliar dari Kasus Kuota