Bank BRI terus menunjukkan komitmennya untuk jadi sokongan ekonomi nasional. Caranya? Dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari menggelontorkan kredit untuk usaha kecil (UMKM) lewat KUR, menyediakan rumah murah lewat KPR subsidi, hingga jadi ujung tombak penyaluran bantuan sosial pemerintah. Intinya, mereka ingin tetap relevan di tengah dinamika ekonomi yang tak pernah stabil ini.
Menurut Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, bank pelat merah ini tak akan goyah dari fungsi utamanya sebagai intermediasi. “Kami konsisten menggerakkan sektor-sektor produktif,” tegasnya.
“Untuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, BRI juga mengambil peran strategis untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah,” ujar Hery dalam konferensi pers Kinerja Keuangan Triwulan IV-2025, Kamis (26/2/2026).
Angkanya pun cukup mencengangkan. Sepanjang 2025, realisasi penyaluran KUR BRI menembus Rp178,8 triliun! Dana segitu berhasil menjangkau sekitar 3,8 juta debitur. Kalau dilihat lebih detail, sektor pertanian ternyata jadi penyumbang terbesar. Tercatat, pembiayaan untuk pangan dan agribisnis menyentuh Rp80,09 triliun atau hampir 45% dari total KUR. Ini bukti nyata peran BRI dalam menjaga ketahanan pangan dan menguatkan ekonomi desa.
Artikel Terkait
IMF Desak AS Kurangi Pembatasan Perdagangan demi Stabilitas Global
KAI Ingatkan Batas Ukuran dan Tarif Kelebihan Bagasi Kereta Jelang Mudik
Kemensos: 90% Bansos Reguler Tersalur, Rp632 Miliar Dikucurkan untuk Korban Bencana Sumatera
Pemerintah Perpanjang Tenor Dana SAL hingga 2026, BRI Sambut Positif