Dengan begitu, mereka bukan sekadar konsumen pasif yang menerima bantuan. Di sisi lain, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berkontribusi pada perekonomian.
"Makanya ketika program MBG ini berjalan harus diikuti oleh apa?" tanya Rizal retoris.
"Stimulus kebijakan yang bisa mendorong produktivitas mereka untuk mendapat upah yang lebih baik di masa depan. Jadi sifatnya harus struktural, memperbaiki," jelasnya.
Singkatnya, kuncinya ada pada pendekatan yang holistik. Tata kelola yang baik akan memastikan bantuan makanan hari ini tidak sia-sia. Justru, ia harus menjadi batu loncatan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berjangka panjang. Kalau tidak, ya, program sebesar ini berisiko hanya menjadi angka dalam laporan belaka.
Artikel Terkait
Auditor BPKP Ungkap Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Pengadaan Chromebook
Pemerintah Coret 11.014 Penerima Bansos karena Tidak Tepat Sasaran
Gus Ipul: Wacana Penebalan Bansos 2026 Masih Tahap Pembahasan, Tunggu Keputusan Presiden
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas atau Blokade Maritim ke Iran