Dengan begitu, mereka bukan sekadar konsumen pasif yang menerima bantuan. Di sisi lain, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berkontribusi pada perekonomian.
"Makanya ketika program MBG ini berjalan harus diikuti oleh apa?" tanya Rizal retoris.
"Stimulus kebijakan yang bisa mendorong produktivitas mereka untuk mendapat upah yang lebih baik di masa depan. Jadi sifatnya harus struktural, memperbaiki," jelasnya.
Singkatnya, kuncinya ada pada pendekatan yang holistik. Tata kelola yang baik akan memastikan bantuan makanan hari ini tidak sia-sia. Justru, ia harus menjadi batu loncatan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berjangka panjang. Kalau tidak, ya, program sebesar ini berisiko hanya menjadi angka dalam laporan belaka.
Artikel Terkait
Dari Puing Kebakaran ke Pasar Global: Kisah Dewi Aminah Bangun Iswara Food
MIND ID dan Pertamina Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Pemerintah Siapkan Insentif Rp570 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi 2025
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta