Dengan begitu, mereka bukan sekadar konsumen pasif yang menerima bantuan. Di sisi lain, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berkontribusi pada perekonomian.
"Makanya ketika program MBG ini berjalan harus diikuti oleh apa?" tanya Rizal retoris.
"Stimulus kebijakan yang bisa mendorong produktivitas mereka untuk mendapat upah yang lebih baik di masa depan. Jadi sifatnya harus struktural, memperbaiki," jelasnya.
Singkatnya, kuncinya ada pada pendekatan yang holistik. Tata kelola yang baik akan memastikan bantuan makanan hari ini tidak sia-sia. Justru, ia harus menjadi batu loncatan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan berjangka panjang. Kalau tidak, ya, program sebesar ini berisiko hanya menjadi angka dalam laporan belaka.
Artikel Terkait
Remaja 15 Tahun Diduga Tewaskan Kakak Kandung dengan Palu di Kelapa Gading
BMKG Waspadakan Potensi Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
156 Karyawan KEK Industropolis Batang Diberangkatkan ke China untuk Pelatihan Teknis
Waktu Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Seragam, Jadwal Isya Berbeda