Menguak Makna Iftar Mubarak, Lebih dari Sekadar Ucapan Selamat Berbuka

- Kamis, 26 Februari 2026 | 17:45 WIB
Menguak Makna Iftar Mubarak, Lebih dari Sekadar Ucapan Selamat Berbuka

Ramadan tiba, dan ucapan "iftar mubarak" pun ramai berkeliaran. Lewat obrolan santai, pesan singkat, hingga unggahan di media sosial, frasa ini seolah jadi soundtrack wajib jelang waktu maghrib. Tapi sebenarnya, apa sih arti di balik kata-kata itu?

Nah, kalau mau tahu maknanya, kita urai satu per satu. Kata "iftar" sendiri, menurut KBBI, ya berarti berbuka puasa. Asalnya dari bahasa Arab, ifṭār, yang intinya merujuk pada aktivitas membatalkan puasa saat waktunya tiba.

Sementara "mubarak" itu artinya mendapat berkat. Jadi, kalau digabung, "iftar mubarak" kurang lebih adalah harapan agar momen berbuka puasa seseorang dilimpahi keberkahan. Ungkapan ini sederhana, tapi punya kedalaman. Ia bukan cuma ucapan selamat biasa, melainkan juga doa tulus untuk keluarga, teman, atau siapa pun yang menjalankan puasa.

Arti Ucapan Iftar Mubarak

Intinya, iftar mubarak adalah selamat berbuka puasa yang penuh doa. Maknanya lebih dalam dari sekadar "selamat makan". Ia membawa harapan agar waktu berbuka itu bukan cuma melepas dahaga, tapi juga membawa ketenangan dan pahala yang berlimpah.

Penggunaannya pun luas. Bisa untuk orang terdekat, bisa juga untuk rekan yang mungkin berbeda kota. Esensinya tetap sama: menyambung silaturahmi dan mengingatkan akan kebersamaan di bulan suci.

Butuh Inspirasi Ucapan? Ini Contohnya

Bingung mau ngucapin apa? Tenang. Kamu bisa pakai contoh-contoh di bawah ini. Gak perlu kaku, pilih yang sesuai dengan gaya bahasamu sendiri.

Iftar mubarak! Semoga berbukamu hari ini penuh berkah dan kebahagiaan.

Selamat berbuka puasa ya. Iftar mubarak untukmu dan keluarga di rumah.

Semoga setiap tegukan air dan suapan kurma membawa ketenangan. Iftar mubarak.

Gimana? Gampang kan menyesuaikannya. Yang penting tulus. Kadang, kalimat pendek seperti "Iftar mubarak, semoga puasanya diterima" juga sudah lebih dari cukup.

Pada akhirnya, ucapan ini cerminan kehangatan Ramadan. Ia mengingatkan kita bahwa di balik lelahnya menahan haus dan lapar, ada kebahagiaan sederhana untuk dibagikan: doa dan harapan baik untuk sesama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar