KPK Beberkan Uang Hasil Pemerasan Izin Kemnaker Dibeliin Tiket Coldplay Rp570 Juta

- Kamis, 26 Februari 2026 | 13:00 WIB
KPK Beberkan Uang Hasil Pemerasan Izin Kemnaker Dibeliin Tiket Coldplay Rp570 Juta

JAKARTA – Sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin (26/2) mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Uang hasil pemerasan pengurusan izin RPTKA di Kemnaker, ternyata dipakai untuk membeli tiket konser Coldplay. Nilainya tidak main-main: Rp 570 juta lebih.

Ahli Akunting Forensik KPK, Miftah Aulani Rahman, yang membacakan hasil pemeriksaan di persidangan, menyebutkan hal itu. Ia menjelaskan, transaksi untuk tiket konser itu tercatat jelas dalam aliran dana di rekening-rekening yang dikendalikan terdakwa, Putri Citra Wahyoe (PCW), seorang staf Kemnaker.

“Terakhir, beli tiket konser Coldplay. Ini tidak hanya keterangan PCW dan para pihak, namun juga ada uang keluar transaksi debit di rekening, yang mulia,” ujar Miftah di hadapan majelis hakim.

Meski di sidang harga pastinya tak disebut, konfirmasi setelah persidangan ke Kompas.com menyebut angka Rp 570.000.412. Tiket-tiket itu, menurut catatan, diperuntukkan bagi para pegawai di lingkungan RPTKA.

Ceritanya jadi makin runyam kalau lihat total uang yang mengalir. Rekening-rekening yang dikendalikan Putri itu menampung dana hingga Rp 29,9 miliar. Nah, dari jumlah sebesar itu, Rp 23,69 miliar di antaranya dikucurkan untuk berbagai kepentingan bukan hanya untuk Putri sendiri, tapi juga pihak lain di internal kementerian.

“Untuk uang dua mingguan kepada pegawai PPTKA ini total sebesar Rp 11,4 miliar,” papar Miftah.

Belum lagi ada anggaran untuk uang makan pegawai. Untuk periode 2018-2019 dan 2023-2024, nilainya mencapai Rp 1,7 miliar. Sementara untuk tahun-tahun di antaranya, 2020-2022, ada lagi alokasi Rp 1,3 miliar.

Lembur para verifikator pun tak luput. Ada transfer tambahan lembur sebesar Rp 1,369 miliar. Di catatan lain, bahkan ada lagi tambahan senilai Rp 733 juta.

Yang menarik, aliran dana ini juga menyentuh pejabat tinggi. Untuk keperluan Dirjen Binapenta Kemenaker periode 2024-2025 sekaligus Staf Ahli Menaker, Haryanto, disiapkan dana Rp 5,8 miliar. Sementara untuk mantan Direktur PPTKA Kemenaker (2017-2019), Wisnu Pramono, nilainya Rp 782 juta.

Lalu, di tengah arus miliaran rupiah itu, berapa yang akhirnya dinikmati Putri sendiri? Menurut perhitungan KPK, sekitar Rp 6,3 miliar. Meski begitu, Miftah menegaskan bahwa uang senilai itu tidak sepenuhnya berasal dari rekening-rekening yang ia kendalikan. Ada juga yang masuk dari rekening lain.

“Penghitungan kami, untuk yang kemudian dinikmati oleh untuk kepentingan PCW ini sebesar Rp 6,3 miliar,” imbuhnya.

Dari sekian banyak pengeluaran, yang paling menyita perhatian tentu saja pembelian tiket Coldplay senilai setengah miliar lebih itu. Sebuah pengeluaran yang, di tengah kasus suap dan pemerasan, terasa begitu kontras dan personal.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar