Kerumunan massa tiba-tiba memadati Kantor Pusat Bank Syariah Indonesia beberapa hari terakhir. Mereka datang dengan harapan, terdorong oleh kabar yang beredar tentang bantuan tunai langsung dari pemerintah. Sayangnya, kabar itu hanyalah tipuan belaka.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan situasi yang terjadi. "Dalam dua hari terakhir, Kantor Pusat BSI didatangi masyarakat dalam jumlah besar. Mereka datang karena ajakan yang menyebut akan ada bantuan pemerintah Rp10 juta per orang, dengan klaim bersumber dari dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) pemerintah sebesar Rp10 triliun yang ditempatkan di bank," ungkapnya di Jakarta, Selasa lalu.
Menurutnya, aksi ini digerakkan oleh sekelompok pihak. Mereka punya narasi menarik: uang itu hak rakyat Indonesia. Iming-imingnya pun tak main-main.
"Kemarin lebih dari seribu orang hadir. Mereka datang dari Jabodetabek hingga luar daerah seperti Palembang dan Jambi, dan dijanjikan dana Rp10–15 juta per orang dalam minggu ini," tambah Wisnu.
Namun begitu, ada syaratnya. Para korban justru diminta mengeluarkan uang dulu, mulai dari Rp15.000 hingga angka yang fantastis, Rp500.000. Uang itu harus ditransfer ke rekening pribadi bukan rekening resmi manapun. Modusnya klasik: selebaran, pesan berantai, dan grup WhatsApp jadi sarana penyebaran.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas