Malam Sabtu di Sarmi berubah mencekam. Seorang pengendara motor tewas di Kampung Nengke, Distrik Pantai Timur, setelah kendaraannya bertabrakan keras dengan sebuah bus Damri. Peristiwa naas itu terjadi tanggal 4 April 2026, dan korban dikabarkan meninggal dunia di tempat kejadian.
Tabrakan antara bus rute Jayapura-Sarmi dan sepeda motor itu langsung memicu suasana tegang. Warga yang mengetahui kejadian itu pun berkerumun, suasana jadi makin panas.
Merespon insiden, personel gabungan Polres Sarmi langsung bergerak. Mereka berasal dari Sat Lantas, Pos Shelter Samapta, dan Polsek Pantai Timur. Di lokasi, pengamanan dan pengumpulan data segera dilakukan di bawah pimpinan KBO Reskrim Ipda Syamsudin dan Kapolsek Pantai Timur Ipda Nikholas Aragay.
Ketegangan ternyata belum reda. Emosi warga akhirnya meluap dalam bentuk aksi pemalangan jalan di Jembatan Kampung Dabe. Aksi ini, tentu saja, bikin arus lalu lintas macet total.
Namun begitu, aparat tak tinggal diam. Negosiasi persuasif akhirnya berhasil meredakan keadaan. Warga membubarkan blokadenya, dan lalu lintas pelan-pelan kembali normal.
Sementara situasi kondusif, tim dari Sat Lantas mulai bekerja. Mereka mengolah TKP untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Pimpinan di lapangan adalah Kanit Laka, Aiptu Silas Taiwor.
Dari penyelidikan sementara, terungkap kronologinya. Sepeda motor bernopol PA 6729 RF dikendarai korban berinisial BFT, melaju dari Nengke menuju Dabe. Sementara itu, bus Damri PA 7902 AG datang dari arah berlawanan, dari Sarmi menuju Jayapura.
Artikel Terkait
Ritual Mattompang Arajang Warnai Peringatan Hari Jadi Bone ke-696
HUT Bone ke-696 Jadi Momentum Genjot Pembangunan Infrastruktur
Kiai Ilyas Desak Penyelesaian Kasus KM 50 dan Vina dalam Istighotsah Kubro Cirebon
Cooper Flagg Cetak 45 Poin, Bawa Mavericks Taklukkan Lakers di Laga Sengit