AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi

- Senin, 06 April 2026 | 13:30 WIB
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi

Operasi penyelamatan itu benar-benar berisiko tinggi. Di tengah pegunungan terpencil Iran, militer Amerika Serikat melancarkan misi rahasia untuk membawa pulang seorang awak jet tempur yang jatuh. Misi ini melibatkan segalanya: pasukan khusus, helikopter, pesawat tempur, dan tak ketinggalan, intelijen CIA. Semuanya dijalankan dengan taktik pengecohan yang rumit.

Presiden Donald Trump sendiri yang mengumumkan keberhasilannya pada Minggu waktu setempat. Suaranya terdengar penuh keyakinan.

"Kami telah menyelamatkan awak F-15 yang terluka parah dan sangat berani dari pegunungan Iran," ucapnya.

Semuanya berawal ketika sebuah F-15E Strike Eagle ditembak jatuh di wilayah selatan Iran. Dua awaknya berhasil terjun keluar, tapi nasib mereka segera berpisah. Sang pilot ditemukan relatif cepat. Namun, rekan satu pesawatnya hilang begitu saja, terperangkap di medan yang terjal dan sulit dijangkau.

Di darat, situasinya makin panas. Pihak Iran konon menawarkan imbalan bagi siapa pun yang bisa menangkap awak AS itu dalam keadaan hidup. Bahkan, beredar rekaman yang menunjukkan warga setempat, beberapa dengan senjata di tangan, ikut serta dalam perburuan.

Dengan perlengkapan seadanya hanya sebuah pistol dan bekal pelatihan bertahan hidup awak yang hilang itu harus bersiasat. Menurut sejumlah laporan, dia bersembunyi di celah-celah gunung. Sinyal darurat pun digunakan dengan sangat hati-hati, takut memancing pelacakan dari pihak lawan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags