Tanah Merah yang Becek dan Lantunan Doa
Hujan tak kunjung reda. Malah semakin deras mengguyur area pemakaman. Tanah merah di sekitar makam pun becek, namun para pelayat tetap bertahan. Mereka berteduh di bawah payung, tak bergeming mengikuti prosesi hingga detik terakhir.
Jenazah Vidi Aldiano kemudian diletakkan di sisi makam sebelum dimasukkan dengan perlahan ke dalam liang lahat. Di tengah gemericik hujan, lantunan doa dan bacaan Surah Al-Fatihah terdengar khidmat. Suasana hening, hanya desau angin dan suara tangis yang sesekali tercekat.
Menurut sejumlah saksi, keluarga dan pelayat memanjatkan doa dengan khusyuk untuk almarhum. Vidi Aldiano diketahui meninggal dunia sehari sebelumnya, Sabtu (7/3/2026), setelah berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun terakhir. Perjuangan panjang yang akhirnya berakhir di pagi yang hujan ini.
Artikel Terkait
Mahfud MD Pertanyakan Efektivitas dan Dorong Evaluasi Keterlibatan Indonesia di Board of Peace
Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga Dukungan untuk KPK Usai Bupati Ditahan
Amran: Swasembada Beras Tercapai dalam Setahun, Dukung Ribuan Warga Sulsel Buka Puasa
DPR Desak Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Kesiapan Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026