PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menutup tahun 2025 dengan laba bersih Rp2,54 triliun. Angka itu tak bisa dibilang buruk, tapi jelas terasa berat jika dibandingkan dengan prestasi setahun sebelumnya. Pasalnya, di 2024, perusahaan properti ini sempat mencetak rekor laba tertingginya sepanjang masa, yakni Rp4,36 triliun. Artinya, terjadi penurunan cukup dalam, sekitar 42 persen.
Laporan keuangan yang dirilis Jumat (6/3/2026) itu juga membeberkan fakta lain: pendapatan usahanya turun 7,2 persen menjadi Rp12,79 triliun. Tahun sebelumnya, BSDE berhasil meraup Rp13,8 triliun.
Di tengah penurunan itu, ada pergeseran komposisi pendapatan yang menarik. Porsi dari pembangunan atau development revenue justru naik, dari 84 persen di 2024 menjadi 86 persen di tahun lalu. Sebaliknya, pendapatan berulang atau recurring income yang biasanya lebih stabil, menyusut dari 16 persen menjadi 14 persen. Pergeseran ini turut memengaruhi laba kotor yang turun 8 persen ke angka Rp8,1 triliun.
Yang cukup mencolok adalah penurunan EBITDA, anjlok 28,3 persen menjadi Rp4,8 triliun. Margin EBITDA pun ikut terpangkas, dari 48 persen menjadi 38 persen. Imbasnya, margin laba bersih atau net profit margin (NPM) juga merosot dari 32 persen menjadi 20 persen. Namun begitu, perusahaan justru meningkatkan belanja modal atau capex sebesar 15,2 persen menjadi Rp5,3 triliun di tahun 2025.
Di sisi pemasaran, ceritanya agak berbeda. Angka prapenjualan atau marketing sales BSDE mencapai Rp10,04 triliun, sedikit melampaui target awal Rp10 triliun. Dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp9,72 triliun, terjadi pertumbuhan sekitar 3 persen.
"Kondisi ini mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,"
Artikel Terkait
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
PT Liqun Investment Indonesia Resmi Akuisisi Saham Mayoritas KOKA
BNBR Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru, Dana Rights Issue Utamanya untuk Bayar Utang