PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 2-0, Boboev Buktikan Janji di Lapangan

- Kamis, 23 April 2026 | 17:30 WIB
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 2-0, Boboev Buktikan Janji di Lapangan
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan teknik yang diminta.

MAKASSAR PSM Makassar benar-benar tampil meyakinkan waktu menjamu Persik Kediri di lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4/2026) itu, Juku Eja nggak cuma unggul. Mereka juga mampu mengontrol pertandingan dengan disiplin tinggi dan determinasi yang luar biasa. Sampai memasuki babak kedua, PSM sukses memperlebar keunggulan jadi 2-0. Dominasi mereka atas tim tamu pun nggak perlu diragukan lagi.

Gol pertama lahir di menit ke-37. Itu dari titik putih. Yuran Fernandes, sang bek tangguh, sukses mengeksekusi penalti dengan sempurna. Lagi-lagi, ia membuktikan diri sebagai senjata mematikan dalam situasi bola mati. Dengan tenang, bola diarahkannya ke sisi kanan gawang. Kiper Persik, Leonardo Navacchio, sudah bergerak ke arah sebaliknya. Terkecoh.

Keunggulan itu sebenarnya buah dari tekanan yang dibangun PSM sejak peluit pertama dibunyikan. Tim asuhan Bernardo Tavares tampil agresif. Mereka mengandalkan kombinasi serangan dari sayap dan memanfaatkan bola-bola mati untuk membongkar pertahanan Persik. Beberapa peluang sempat tercipta lewat Daisuke Sakai, Alex Tank, sampai Victor Luiz. Tapi ya, belum semuanya berbuah gol.

Di sisi lain, Persik Kediri nggak tinggal diam. Mereka coba memberikan perlawanan. Peluang dari Jose Enrique dan Imanol Garcia sempat mengancam. Namun lini belakang PSM yang dikomandoi Yuran Fernandes tampil solid. Belum lagi kiper Hilman Syah yang sigap mengamankan area pertahanan dari berbagai ancaman. Pokoknya, rapat.

Masuk ke babak kedua, intensitas permainan nggak menurun. Justru di fase inilah PSM menunjukkan ketajamannya. Tepat di menit ke-60, Sheriddin Boboev menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Gol ini jadi bukti nyata bahwa pemain asal Uzbekistan itu nggak cuma bicara di luar lapangan. Ia menjawab semuanya dengan aksi konkret.

Sebelum pertandingan, Boboev memang sudah menegaskan betapa pentingnya laga ini buat PSM. Ia sadar betul timnya sedang dalam tekanan dan butuh kemenangan buat memperbaiki posisi di klasemen.

“Kita bekerja memaksimalkan. Saya pikir laga besok cukup penting, kita akan berusaha memberikan segalanya, tiga poin,” katanya.

Ucapan itu ternyata bukan formalitas belaka. Di lapangan, Boboev tampil penuh determinasi. Pergerakannya tanpa bola aktif banget. Ia jadi ancaman nyata buat pertahanan Persik. Gol yang ia cetak di babak kedua itu, ya, simbol dari komitmen dan tanggung jawab yang ia emban.

Ia juga sebelumnya sempat bilang siap membantu tim keluar dari situasi sulit. “Saya tahu tugas saya membantu klub. InsyaAllah kita bisa keluar dari situasi sulit ini. Saya sudah punya pengalaman sebelumnya di situasi seperti ini,” ucapnya.

Yang menarik, Boboev justru memandang tekanan sebagai sesuatu yang positif. Baginya, kondisi sulit adalah momentum buat memperkuat mental dan karakter sebagai pemain profesional.

“Ini hanya membuat kita jauh lebih kuat secara emosi dan bagaimana lebih baik handle pressure, ambil tanggungjawab dari tugas-tugas kita,” sebutnya.

Pendekatan mental kayak gini sejalan dengan pesan asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin. Ia menekankan, dalam situasi seperti sekarang, aspek mental jadi faktor pembeda yang krusial.

“Saya sudah ingatkan pemain bahwa di laga besok jadi pembeda adalah mentalitas kalian,” sebutnya.

Ia menambahkan, kemampuan teknis aja nggak cukup buat memenangkan pertandingan di tengah tekanan. “Di masa sulit seperti ini, mental menentukan seberapa jauh kita melangkah, seberapa bagus kita capai, itu tergantung mentalitas kita sebagai individu maupun sebagai satu tim.”

Di atas lapangan, pesan itu terlihat jelas dalam permainan PSM. Mereka tampil lebih disiplin, lebih fokus, dan mampu menjaga konsistensi sepanjang laga. Sementara itu, Persik Kediri yang datang dengan modal positif justru kesulitan keluar dari tekanan. Agak kaget, mungkin.

Padahal, secara statistik, pertemuan kedua tim seringkali berlangsung ketat. Dalam lima pertemuan terakhir, empat laga berakhir imbang dan satu dimenangkan Persik. Tapi kali ini, PSM berhasil mematahkan tren tersebut. Performa mereka jauh lebih dominan.

Dukungan suporter juga jadi faktor penting dalam kebangkitan PSM. Atmosfer Stadion BJ Habibie kembali dipenuhi energi positif. Itu jelas mendorong semangat para pemain di lapangan. Boboev pun sebelumnya berharap dukungan itu terus mengalir.

“Laga sebelumnya, dukungan diberikan suporter luar biasa. Untuk laga besok akan tetap sama. Ayo (suporter) bantu kita, berada di samping kita, laga besok memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Dengan keunggulan 2-0 hingga menit ke-60, PSM berada di jalur yang tepat buat mengamankan tiga poin penting. Kalau mereka mampu mempertahankan performa ini sampai akhir, bukan cuma menjauh dari zona bawah klasemen. Mereka juga bisa membangun momentum berharga untuk sisa musim.

Pada akhirnya, pertandingan ini jadi lebih dari sekadar perebutan poin. Ini adalah ujian karakter buat PSM Makassar tentang bagaimana mereka menghadapi tekanan, bangkit dari situasi sulit, dan membuktikan bahwa mentalitas kuat bisa mengubah arah perjalanan tim.

Dalam sepak bola, janji sering kali mudah diucapkan. Tapi seperti yang ditunjukkan Sheriddin Boboev, yang benar-benar berarti adalah bagaimana janji itu diwujudkan di atas lapangan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar