LANGKAT – Banjir yang menerjang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tak hanya menyisakan duka bagi warga. Kawasan bersejarah dan pusat pendidikan ikut terendam, memerlukan upaya serius untuk pulih. Menanggapi hal ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turun langsung untuk menyerahkan bantuan sekaligus meninjau kerusakan yang terjadi.
Kunjungannya berfokus pada Institut Jam'iyah Mahmudiyah, sebuah kawasan yang punya nilai sejarah luar biasa. Di sini, Fadli Zon melihat dari dekat dampak banjir terhadap lembaga pendidikan dan situs-situs cagar budaya yang ada.
“Kawasan ini menyimpan banyak cerita sejarah dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujar Fadli Zon, Minggu (8/3/2026).
Ia tampak menyempatkan diri meninjau Kolam Raja, bekas pemandian raja-raja Kesultanan Langkat, dan makam Tengku Amir Hamzah, sang penyair besar Angkatan Pujangga Baru. Menurutnya, musibah ini jadi pengingat yang keras.
“Dalam kondisi normal, semuanya terlihat aman. Tapi ketika bencana datang, air bisa naik cukup tinggi. Bahkan tempat ini sempat jadi lokasi pengungsian,” jelasnya. Situasi itu, lanjutnya, menunjukkan potensi bencana yang harus diwaspadai.
Namun begitu, di balik kerusakan, ada optimisme yang kuat. Fadli Zon menekankan peran vital kawasan ini sebagai pencetak sumber daya manusia unggul. Institut Jam'iyah Mahmudiyah dan madrasah di sekitarnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah pendidikan Islam di tanah air.
Sebagai bentuk kepedulian, Kementerian Kebudayaan pun memberikan bantuan simbolis untuk pemulihan. Bantuan serupa sebelumnya juga telah dialirkan untuk renovasi Madrasah Tsanawiyah setempat. Harapannya, kegiatan belajar-mengajar dan upaya pelestarian budaya bisa segera kembali berdenyut normal.
Memang, jejak sejarah kawasan ini sangat panjang. Sejak awal abad ke-20 di masa Kesultanan Langkat, Institut Jam'iyah Mahmudiyah telah menjadi magnet bagi pelajar dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan Asia Tenggara. Dari bangku pendidikannya telah lahir tokoh-tokoh nasional kelas kakap.
Salah satu yang paling dikenal adalah Adam Malik. Pria yang pernah menduduki kursi Wakil Presiden RI, Menteri Luar Negeri, hingga Presiden Majelis Umum PBB itu, adalah bukti nyata kontribusi kawasan ini bagi bangsa.
Di akhir kunjungan, harapan Fadli Zon sederhana namun penuh makna.
“Semoga Institut Jam'iyah Mahmudiyah dan sekolah-sekolah yang ada di kawasan ini bisa terus maju. Dan tentu saja, melahirkan sumber daya manusia yang luar biasa bagi Indonesia,” tutupnya.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di 7 Provinsi Hari Ini
Pemukim Israel Kibarkan Bendera di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Kecaman Internasional Berdatangan
Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, Disambut Apresiasi PM Albanese
Kisah Operasi Kopassus Menaklukkan Dukun Kebal Pasca-G30S