Cedera Hamstring Ancam Partisipasi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026

- Kamis, 23 April 2026 | 06:15 WIB
Cedera Hamstring Ancam Partisipasi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026

BARCELONA Kemenangan tipis Barcelona atas Celta Vigo, Kamis dini hari tadi, ternoda kabar buruk. Lamine Yamal, sang bintang muda yang baru saja mencetak gol penalti penentu kemenangan, justru harus keluar lapangan tak lama setelah merayakannya. Cedera hamstring yang dialaminya langsung menebar awan gelap, bukan hanya untuk sisa musim klub, tapi juga untuk partisipasinya di Piala Dunia 2026 yang tinggal hitungan minggu.

Golnya di menit ke-40 memang sempurna. Tapi euforia itu sirna dalam sekejap. Yamal terpaksa ditarik keluar dan wajahnya mengisyaratkan rasa sakit yang tak biasa. Stadion yang sebelumnya gemuruh, mendadak hening penuh kekhawatiran.

Hasil pemeriksaan awal, seperti diungkap jurnalis Roger Torello, mengonfirmasi kekhawatiran terburuk. "Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Lamine Yamal menderita robekan pada otot hamstring kirinya," tulis Torello di media sosial.

Dia menambahkan, "Dan menunjukkan bahwa ia mungkin akan absen minimal lima minggu, yang berarti ia akan kembali tepat sebelum dimulainya Piala Dunia."

Kalau prediksi waktu pemulihan itu akurat, masih ada celah sangat sempit bagi Yamal untuk berangkat ke Amerika Utara. Piala Dunia sendiri dijadwalkan mulai 11 Juni. Namun begitu, banyak yang meragukan garis waktu yang begitu ketat. Apalagi cedera hamstring terkenal licin dan rentan kambuh.

Kekhawatiran yang lebih suram datang dari jurnalis ESPN, Gemma Soler. Dia punya pandangan yang jauh lebih pesimistis.

"Cedera Lamine Yamal tampaknya adalah robekan pada otot hamstring yang membuat sisa musim klubnya dan awal Piala Dunia diragukan," klaim Soler.

Hingga berita ini diturunkan, Barcelona sendiri masih bungkam. Tidak ada pernyataan resmi dari klub mengenai tingkat keparahan dan timeline pasti pemulihan Yamal. Keheningan ini justru membuat spekulasi makin liar dan situasi semakin tidak menentu.

Di sisi lain, dampaknya jelas sangat besar. Bagi Barcelona, kehilangan pemain sekaliber Yamal di sisa persaingan liga adalah pukulan telak. Bagi Timnas Spanyol, ini mimpi buruk. Mereka kehilangan salah satu talenta muda paling cemerlang yang diandalkan untuk membuat kejutan di panggung dunia.

Semuanya kini tergantung pada proses pemulihan. Cedera ini datang di momen yang paling tidak diinginkan: di puncak performanya, saat jadwal makin padat, dan turnamen besar sudah mengetuk pintu. Nasib seorang bintang muda, dan harapan dua tim, kini bergantung pada seutas otot yang robek.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar