Di sirkuit Jerez yang legendaris, tiga nama muda siap memanas. Hakim Danish, Brian Uriarte, dan Veda Ega Pratama bukanlah nama asing satu sama lain. Musim lalu, mereka saling sikut di Red Bull Rookies Cup. Hasilnya? Uriarte keluar sebagai juara, Veda di posisi runner-up, dan Danish mengisi podium ketiga. Kini, di ajang Moto3 Spanyol, rivalitas itu hidup kembali di lintasan yang sama.
Hakim Danish, sang pembalap Malaysia, menyambut balapan keempat Moto3 2026 ini dengan tekad membara. Ambisinya jelas: mengulang kesuksesan naik podium di Jerez saat masih di Rookies Cup. Memang, catatan musim ini belum terlalu mentereng ia masih kesulitan menembus lima besar. Tapi jangan salah, jeda tiga pekan tanpa balapan dimanfaatkannya dengan maksimal. Latihan intensif dan pengalaman tahun lalu jadi modal berharganya.
"Setelah libur tiga pekan, akhirnya waktunya balapan lagi di Jerez," ujar Danish, semangatnya terpancar jelas. "Saya sudah nggak sabar untuk kembali ke lintasan. Perasaan saya sekarang cuma satu: sangat bersemangat dan termotivasi untuk akhir pekan ini."
Ia pun bercerita soal persiapannya. Usai seri Amerika, Danish memilih bertahan di Spanyol. Tiga minggu itu diisi dengan latihan keras naik motor, bersepeda, hingga lari bersama rekan-rekan pembalap lainnya. Semua demi mencari feel yang pas untuk balapan nanti.
Secara klasemen, Danish memang masih ada di urutan 14 dengan koleksi 9 poin. Puncaknya sejauh ini adalah finis kesepuluh di Brasil. Hasil itulah yang ingin ia jadikan lompatan. Sebuah podium di Jerez bisa menjadi momentum pembalikan nasib di musim 2026 ini.
Menaklukkan Tikungan dan Pengereman Jerez
Strateginya? Memaksimalkan tikungan berkecepatan tinggi yang jadi ciri khas sirkuit ini. Tapi Danish juga sadar, tantangan terberat justru ada di zona pengereman. Sirkuit sepanjang 4,4 kilometer ini terkenal dengan titik rem yang ekstrem dan menuntut presisi tinggi.
"Tikungannya memang terputus-putus dan remnya harus super keras," akunya. "Tapi saya yakin bisa memberikan yang terbaik. Satu hal, saya harap doa dari masyarakat Malaysia terus menyertai saya di akhir pekan ini."
Lawan yang Tak Bisa Diremehkan
Di sisi lain, persaingan dengan dua rival lamanya akan sangat ketat. Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia, sudah lebih dulu merasakan podium Moto3 musim ini lewat posisi ketiga di Brasil. Konsistensinya juga bagus, selalu masuk kualifikasi 10 besar di tiga seri awal. Jerez juga bukan tempat asing baginya; tahun lalu ia sukses naik podium ketiga di ajang Rookies Cup di sirkuit yang sama.
Memang ada sedikit catatan kurang bagus: ia sempat jatuh di Race 2 dan harus absen di Le Mans. Tapi itu tak mengubah fakta bahwa dari ketiga jebolan Rookies Cup itu, dialah yang pertama mencicipi podium Moto3 2026.
Lalu ada Brian Uriarte, si juara bertahan. Posisinya di klasemen sementara lebih baik, yaitu peringkat 9 dengan 23 poin. Performanya solid dan ia pasti ingin membuktikan bahwa titel juara Rookies Cup-nya bukanlah kebetulan.
Jadi, bagaimana kelanjutan rivalitas segitiga ini? Semua akan terjawab di Moto3 Spanyol, 24-27 April 2026. Sirkuit Jerez yang penuh karakter akan menjadi saksi: apakah Danish bisa bangkit, Veda konsisten, atau Uriarte menunjukkan taringnya? Satu hal yang pasti, balapan ini wajib ditonton.
Artikel Terkait
Persebaya Targetkan Poin Vital Saat Hadapi Mantan Striker David da Silva di Ternate
Cedera Hamstring Ancam Partisipasi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Malut United Hadang Persebaya dalam Duel Krusial Perebutan Papan Atas
Latihan Persiapan Tim Bulu Tangkis Indonesia di Denmark Resmi Ditutup