Selasa lalu, kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem kembali menjadi sorotan. Kali ini, segerombolan pemukim Israel berhasil masuk ke dalamnya. Yang membuat aksi ini makin memicu amarah? Mereka tak cuma berjalan-jalan. Mereka membawa serta bendera Israel, lalu mengibarkannya di salah satu situs paling suci bagi umat Islam itu.
Bagi muslim di seluruh dunia, Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga. Sementara bagi umat Yahudi, lokasi yang sama dikenal sebagai Temple Mount, tempat dua kuil kuno pernah berdiri. Klaim sejarah yang saling bertumpang tindih inilah yang kerap memicu ketegangan.
Menurut laporan, mereka masuk lewat Gerbang Mughrabi. Dan mereka tak sendirian polisi Israel memberikan pengawalan ketat selama aksi itu berlangsung. Di dalam area kompleks, selain mengibarkan bendera, para pemukim juga melakukan serangkaian ritual keagamaan.
Rekaman video yang beredar luas menunjukkan suasana saat itu. Terlihat kelompok-kelompok itu sedang berdoa. Ada juga yang melakukan gerakan sujud panjang, yang oleh beberapa pengamat disebut sebagai "sujud epik", khususnya di bagian timur kompleks.
Gelombang Kecaman Internasional
Reaksi pun berdatangan. Otoritas Wakaf Islam Yerusalem langsung menyatakan protes. Mereka menilai aksi ini adalah pelanggaran serius terhadap status quo yang sudah lama disepakati untuk kawasan tersebut.
Kecaman juga datang dari sejumlah negara. Pakistan dan Qatar, misalnya, menyuarakan kutukan keras.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan dengan tegas menyatakan, "Tindakan tercela ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta terhadap kesucian dan kekebalan tempat suci tersebut."
Dalam pernyataannya, Pakistan juga mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah yang mungkin guna melindungi situs-situs suci. Mereka menyerukan diakhirinya impunitas bagi para pemukim ilegal yang, menurut mereka, selalu dilindungi.
Insiden ini sekali lagi mengingatkan betapa rapuhnya situasi di Yerusalem. Sebuah percikan kecil, bisa dengan mudah membakar kembali konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Artikel Terkait
Driver Ojol Curigai Paket, Ungkap Lab Vape Narkoba di Apartemen Jakarta Timur
Daerah Ramai-ramai Minta Tambahan Kuota PBI JKN ke Kemensos
Bareskrim-FBI Bongkar Jaringan Penjual Skrip Phishing, 17 Ribu Korban Diretas
Kebakaran Hanguskan Empat Kios di Pulogebang, Tak Ada Korban Jiwa