Roblox Bersiap Patuhi Aturan, Batas Usia Pengguna Minimal 16 Tahun

- Kamis, 23 April 2026 | 08:00 WIB
Roblox Bersiap Patuhi Aturan, Batas Usia Pengguna Minimal 16 Tahun

JAKARTA Era bebas akses anak-anak ke dunia digital mulai menemui batasannya. Roblox, platform gim yang sangat digemari, kini bersiap mengikuti aturan ketat pemerintah. Intinya: kapan anak di bawah 16 tahun tak bisa main Roblox lagi?

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut Roblox akan segera mematuhi PP Nomor 17 Tahun 2025, atau yang akrab disebut PP Tunas. Aturan itu salah satunya mewajibkan batas usia minimum 16 tahun bagi pengguna.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengakui, komunikasi dengan Roblox masih berlangsung intensif. Tapi sinyal positif sudah terlihat. Dia berharap kepatuhan platform itu segera terealisasi.

“Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kami juga bisa melihat kepatuhan yang sama,”

ungkap Meutya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kalau aturan ini benar-benar jalan, ya konsekuensinya jelas. Anak-anak di bawah umur 16 tahun berpotensi nggak bisa lagi bebas menjelajah dunia Roblox. Mirip dengan kebijakan yang mulai diterapkan beberapa media sosial besar.

Ini semua bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi PP Tunas yang bertujuan melindungi anak di ruang digital. Pemerintah menilai pembatasan usia adalah cara yang cukup efektif untuk meminimalisir risiko paparan konten berbahaya.

Nah, targetnya nggak cuma Roblox. Pemerintah juga memberi tenggat waktu hingga Juni 2026 bagi seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyerahkan asesmen mandiri soal profil risiko platform mereka. Menariknya, platform yang lebih cepat lapor akan dapat prioritas evaluasi.

Di sisi lain, sejumlah raksasa digital sudah lebih dulu menunjukkan komitmen. Meta Platforms (pengelola Instagram, Facebook, Threads), TikTok, Google lewat YouTube, sampai X Corp. telah memulai langkah kepatuhan.

Pemerintah menjadikan mereka semacam contoh. Bahwa menerapkan aturan perlindungan anak di dunia digital itu bukan hal mustahil.

“Ini menjadi role model bahwa jika mau pasti bisa,”

tegas Meutya.

Jadi, bersiaplah. Kebebasan tanpa batas anak-anak mengakses platform digital tampaknya akan segera berakhir. Perlahan tapi pasti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar