Polisi Buru Perempuan di Pangkep yang Diduga Tipu Korban Rp15,5 Juta Lewat Arisan Lelang Fiktif

- Sabtu, 25 April 2026 | 05:25 WIB
Polisi Buru Perempuan di Pangkep yang Diduga Tipu Korban Rp15,5 Juta Lewat Arisan Lelang Fiktif

Seorang perempuan berinisial US, usia 26 tahun, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kini harus berurusan dengan polisi. Ia dilaporkan atas dugaan penipuan yang menggunakan modus arisan lelang. Korbannya? Juga seorang perempuan, HS, juga 26 tahun. Kerugian yang diderita mencapai belasan juta rupiah.

Menurut Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, modus operandinya cukup rapi. “Terlapor US menawarkan arisan lelang kepada pelapor HS. Katanya, ada keuntungan atau pengembalian lebih. Tapi setelah kami selidiki, ternyata arisan itu fiktif,” jelasnya kepada wartawan pada Sabtu (25/4/2026).

Peristiwa ini terjadi di Kampung Ujung Loe, Kecamatan Minasatene, Pangkep. Tepatnya pada Rabu, 25 Februari. Imran menambahkan, pelaku mengiming-imingi korban dengan keuntungan besar. Arisan itu, kata US, milik temannya. Tapi ya, semua itu hanya cerita.

Penipuan ini dimulai saat US menghubungi HS lewat pesan WhatsApp. Ia menawarkan arisan lelang senilai Rp 15 juta. Janjinya? Dalam waktu sebulan, uang itu akan cair menjadi Rp 20 juta. Kedengarannya menggiurkan, kan?

HS pun tertarik. Ia lalu menawar harga beli itu menjadi Rp 13 juta. Setelah deal, korban langsung mentransfer uang ke rekening milik US. Dua hari berselang, giliran tawaran kedua datang. Arisan lelang lagi, kali ini seharga Rp 2,5 juta. Janjinya? Akan cair Rp 5 juta.

“Total uang yang dikirim korban mencapai Rp 15,5 juta. Pelaku berjanji semua akan cair bersamaan, totalnya Rp 25 juta,” kata Imran.

Namun begitu, kecurigaan mulai muncul pada Minggu, 1 Maret. HS mendapat kabar dari rekannya: US sudah kabur, meninggalkan rumahnya. Korban pun mendatangi rumah pelaku. Betapa kagetnya, rumah itu sudah kosong. Tak ada siapa-siapa.

Merasa ditipu, HS langsung melapor ke Polres Pangkep pada Selasa, 3 Maret. Kini, kasusnya masih dalam penyelidikan. Polisi masih memburu US yang entah di mana.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar