Di tengah hiruk-pikuk industri di Morowali, sebuah pengakuan mengejutkan datang dari seorang mantan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Ia membocorkan besaran gaji yang diterima tenaga kerja asal China untuk posisi yang tak terduga: tukang sapu. Bayangkan, pekerjaan serabutan itu digaji hingga 8.000 yuan per bulan.
“Saya nanya lewat penerjemah, ‘Senang tidak kerja di Indonesia?’. Dia jawab, ‘Senang sekali’,” ujar pria yang enggan disebut namanya itu.
Ia melanjutkan, “Mereka digaji sekitar 8.000 yuan.”
Pernyataan ini disampaikannya secara eksklusif dalam sebuah program talkshow, Selasa lalu. Kalau dirupiahkan, angka itu benar-benar fantastis. Dengan kurs yuan yang menyentuh Rp 2.350, gaji bulanan para tukang sapu itu bisa mencapai Rp 18,8 juta. Hampir menyentuh angka Rp 19 juta.
Menariknya, sistem pembayarannya punya pola khusus. Gaji dibagi dua setiap bulannya. Separuh dikirim langsung ke keluarga mereka di Tiongkok. Separuh lagi, yang dibayarkan dalam bentuk rupiah, diberikan kepada pekerja untuk biaya hidup di Indonesia.
“Iya betul, per bulan dibagi 50 persen diberikan keluarga di negara sisanya bentuk rupiah,” tegasnya.
Lalu, berapa banyak tenaga kerja untuk posisi ini? Rupanya, jumlahnya tidak sedikit. Bisa mencapai ratusan orang. Menurut pengakuannya, dulu IMIP sengaja memakai tenaga manusia secara masif untuk program pemberdayaan.
Artikel Terkait
Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu
Kesehatan Nadiem Memburuk di Tengah Sidang Korupsi Rp809 Miliar
PM Hun Manet Targetkan Pemberantasan Pusat Penipuan Daring di Kamboja Tuntas April 2026
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini