Program hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah terus digenjot. Salah satu andalannya, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP, ternyata menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan di Sulawesi Selatan. Data terbaru menyebutkan, realisasi penyalurannya hingga Februari 2026 sudah menembus angka Rp229,74 miliar.
Dana sebesar itu bukan angka main-main. Ia telah diwujudkan menjadi 1.838 unit rumah subsidi yang tersebar di 22 kabupaten dan kota seantero Sulsel. Artinya, ribuan keluarga mulai bisa merasakan punya tempat tinggal yang layak.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel, Hari Utomo, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, program yang kini masuk tahun kedua ini memang menunjukkan progres yang signifikan.
“Program FLPP memasuki tahun kedua dan hingga Februari 2026 sudah dibangun 1.838 unit rumah dengan penyaluran Rp229,74 miliar,” ujarnya.
Bagi Utomo, FLPP bukan sekadar program bantuan. Ia adalah instrumen krusial untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi kalangan MBR yang kerap terbentur soal pembiayaan di bank. Skemanya yang menawarkan kredit jangka panjang dengan bunga rendah memang jadi daya tarik utama. Alhasil, rumah subsidi pun laris manis.
“Program FLPP berdampak terhadap sosial ekonomi karena mampu menciptakan pasar perumahan yang terserap secara pasti, sebab rumah subsidi hampir selalu diminati masyarakat berkat suku bunga rendah dan harga yang terjangkau,” tambahnya.
Namun begitu, manfaatnya ternyata merembet lebih jauh. Dampak ekonominya terasa luas. Setiap proyek pembangunan yang digulirkan otomatis menggerakkan roda sektor konstruksi. Lapangan kerja baru tercipta, mulai dari tukang, mandor, hingga penjual material bangunan.
Efek berantainya pun jelas. Peningkatan aktivitas ini pada akhirnya mendongkrak daya beli masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Uang berputar, ekonomi lokal pun ikut menguat.
“Jadi, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas sektor konstruksi, hingga penguatan daya beli masyarakat,” jelas Utomo.
Untuk memastikan program sebesar ini berjalan mulus dan tepat sasaran, kolaborasi memang kuncinya. Pemerintah pusat, daerah, dan berbagai sektor terkait bahu-membahu dalam penyaluran anggaran FLPP. Kerja sama ini yang diharapkan bisa terus mempercepat terwujudnya hunian layak untuk lebih banyak lagi warga Sulsel.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,54% ke 6.094, Sentralisasi Ekspor Komoditas oleh BUMN Picu Aksi Jual Besar-besaran
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Batalkan Ibadah Haji, Sebut Belum Rezeki
Taman Purbakala Batu Pake Gojeng di Sinjai, Perpaduan Situs Megalitikum dan Makam Raja Kuno
Produk Pertanian Disabilitas Ludes Terjual Dua Jam di Pameran Balai Kota Makassar