Produk Pertanian Disabilitas Ludes Terjual Dua Jam di Pameran Balai Kota Makassar

- Kamis, 21 Mei 2026 | 16:00 WIB
Produk Pertanian Disabilitas Ludes Terjual Dua Jam di Pameran Balai Kota Makassar

Antusiasme warga Kota Makassar terhadap produk tanaman pangan hasil karya penyandang disabilitas terlihat nyata ketika seluruh dagangan ludes dalam waktu singkat. Peristiwa itu terjadi dalam acara Gelar Pasar Tani yang digelar di halaman Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (21/5/2026). Produk segar seperti bayam merah, kacang panjang, terong, ubi jalar madu, pisang, hingga jagung yang dipamerkan langsung menarik perhatian pengunjung, terutama para pegawai Pemerintah Kota Makassar. Hanya dalam tempo dua jam, seluruh barang dagangan tersebut habis terjual.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar. Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Syamsuddin, menyatakan rasa bangganya atas respons masyarakat terhadap hasil produksi para penerima manfaat. Menurutnya, antusiasme yang tinggi ini membuktikan pentingnya memberikan ruang dan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.

“Kebutuhan penyandang disabilitas bukan hanya sebatas perlindungan, tetapi yang terpenting adalah upaya pemenuhan hak-hak mereka dalam segala aspek kehidupan, termasuk membuka ruang untuk menunjukkan karya dan kreativitas,” ujar Syamsuddin, Kamis (21/5/2026).

Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Nasran, salah seorang penyandang disabilitas mental yang ikut menjaga stan dalam pameran tersebut. Ia mengaku terkejut dengan cepatnya produk mereka laku hingga menghasilkan ratusan ribu rupiah dalam waktu singkat. “Sebentar saja dijual, pak. Cuma butuh waktu dua jam saya bisa mendapat Rp600 ribu dari hasil penjualan hari ini,” tambah Nasran.

Sentra Wirajaya Makassar merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial RI yang aktif memberikan pembinaan dan keterampilan mandiri bagi para penyandang disabilitas. Pembelian masif oleh warga ini diharapkan dapat terus mendorong semangat inklusivitas dan kemandirian ekonomi para penerima manfaat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar