BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 30 Juni

- Kamis, 21 Mei 2026 | 16:45 WIB
BNPB Perpanjang Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 30 Juni

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagai langkah optimalisasi masa pemulihan dan perlindungan warga terdampak.

Keputusan ini diambil setelah aktivitas vulkanik gunung tersebut masih menunjukkan fluktuasi yang perlu diwaspadai. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa status tanggap darurat berlaku hingga Selasa, 30 Juni. Perpanjangan ini memberikan payung hukum bagi pemerintah dan instansi terkait untuk terus mengerahkan sumber daya, logistik, serta personel di lapangan secara optimal.

"Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur masih terus dipantau. Status tanggap darurat akibat erupsi gunung api tersebut telah diperpanjang dan berlaku hingga Selasa, 30 Juni," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis, 21 Mei 2026.

Langkah perpanjangan ini juga bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi di posko penampungan tetap terpenuhi secara berkala. Hal tersebut dilakukan selama potensi ancaman bahaya sekunder, seperti guguran lava dan abu vulkanik, masih mungkin terjadi.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dari Waspada menjadi Siaga atau level III pada Selasa, 12 Mei 2026. Kenaikan status tersebut didasarkan pada hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan.

Tim ahli Badan Geologi melaporkan bahwa pada periode 1 hingga 11 Mei 2026, aktivitas gunung didominasi gempa vulkanik dalam yang mencapai 21 hingga 32 kejadian per hari, terutama pada 1-4 Mei 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik yang cukup kuat menuju sistem gunung api. Selain itu, aktivitas tremor non-harmonik juga terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten dengan kisaran 17 hingga 27 kejadian per hari.

Berdasarkan kondisi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama di wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

BNPB mengimbau masyarakat di sekitar lereng gunung serta para wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi radius aman yang telah ditetapkan petugas di lapangan. Warga terdampak hujan abu juga diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar