Keterwakilan Perempuan di DPR Baru 22,4 Persen, Puan Dorong Perempuan Indonesia Terus Berdaya

- Kamis, 21 Mei 2026 | 16:30 WIB
Keterwakilan Perempuan di DPR Baru 22,4 Persen, Puan Dorong Perempuan Indonesia Terus Berdaya

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen yang belum mencapai ambang batas 30 persen dari total anggota DPR. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong seluruh perempuan Indonesia untuk terus berdaya dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Saat ini, terdapat 130 anggota DPR perempuan dari total 580 kursi yang ada. Puan menilai capaian tersebut patut disyukuri, namun ia mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri dalam upaya meningkatkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.

“Hari ini, sudah ada 130 perempuan dari 580 anggota DPR RI atau 22,4 persen perempuan. Itu pencapaian yang luar biasa. Namun, angka ini belum cukup, angka ini lebih baik daripada periode sebelumnya, namun belum juga cukup,” ujar Puan dalam sambutannya di Forum Diskusi Nasional Kaukus Perempuan Parlemen RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut politikus dari PDI Perjuangan itu, persentase tersebut masih jauh dari standar internasional yang menetapkan keterwakilan bermakna di angka 30 persen. Ia menegaskan bahwa perempuan Indonesia perlu terus didorong untuk berpartisipasi aktif dalam politik nasional.

“Kita juga harus jujur, standar keterwakilan bermakna secara internasional ada di angka 30 persen. Artinya, perempuan yang ada di parlemen belum cukup. Kita masih berada di bawah ambang batas itu,” kata Puan.

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan yang lebih mendasar. “Yang lebih penting lagi untuk kita renungkan bersama, betul perempuan sudah ada di ruang pengambilan keputusan. Tetapi belum selalu ikut merancang ruangan itu. Jadi apa yang salah? Dan apa yang harus kita lakukan? Inilah yang saya sebut sebagai jarak antara representasi dan transformasi. Dan menutup jarak itulah yang menjadi misi dari forum ini,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar