Meta Platforms Inc. mulai melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan pada pekan ini. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari total tenaga kerja global perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Meta, Mark Zuckerberg, dalam sebuah memo internal yang ditujukan kepada seluruh karyawan. “Selalu sedih untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang telah berkontribusi pada misi kami dan membangun perusahaan ini,” ujar Zuckerberg dalam pernyataan yang dikutip dari laporan media internasional pada Kamis (21/5/2026). “Saya merasakan beban itu,” lanjutnya.
Di luar pemangkasan tenaga kerja tersebut, Meta juga mengumumkan pembatalan rencana perekrutan sebanyak 6.000 posisi yang sebelumnya telah direncanakan. Sebagai bagian dari restrukturisasi, perusahaan akan mengalihkan sekitar 7.000 karyawan ke posisi-posisi baru yang berkaitan langsung dengan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Zuckerberg menegaskan bahwa ia tidak memperkirakan akan ada gelombang PHK tambahan di seluruh perusahaan sepanjang tahun ini. Dalam memo yang sama, ia juga mengakui bahwa pihak manajemen telah gagal dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan staf selama proses restrukturisasi berlangsung.
Langkah pemangkasan besar-besaran ini merupakan yang terluas sejak kampanye “Tahun Efisiensi” yang digagas Zuckerberg pada periode 2022 hingga 2023. Saat itu, Meta telah menghilangkan sekitar 21.000 posisi dalam upaya menekan biaya operasional.
Sementara itu, kebijakan ini diambil di tengah lonjakan signifikan belanja modal Meta untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Perusahaan memperkirakan pengeluaran modal untuk tahun ini akan mencapai angka antara 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS lebih dari dua kali lipat dibandingkan total pengeluaran perusahaan pada tahun 2025.
Artikel Terkait
Puan Maharani: Kehadiran Perempuan di Parlemen Harus Lahirkan Kebijakan Nyata, Bukan Sekadar Statistik
Polda Kaltara Libatkan Puslabfor Jatim Usut Kebakaran Kantor Bupati Bulungan
Tujuh Pemain Bali United Terancam Hengkang, Kontrak Habis Akhir Musim
Rosan Buka Suara soal WNA Australia Jadi Dirut Danantara: Pertimbangan Profesional