Tingkat upah rata-rata yang tinggi kerap menjadi salah satu indikator kemajuan ekonomi dan kesejahteraan tenaga profesional di suatu negara, terutama jika ditopang oleh ketersediaan lapangan kerja yang luas. Di kawasan Asia Tenggara, sejumlah negara tercatat memiliki rata-rata gaji bulanan yang lebih tinggi dibandingkan negara tetangganya, dengan Singapura, Thailand, dan Malaysia mendominasi daftar kota bergaji tertinggi pada tahun 2026.
Berdasarkan data dari Numbeo Cost of Living, Singapura menempati posisi teratas sebagai kota dengan rata-rata gaji bersih tertinggi di ASEAN, yakni mencapai sekitar Rp77,6 juta per bulan atau setara dengan 4.410,12 dolar AS. Posisi ini tidak terlepas dari status negara tersebut sebagai salah satu pusat keuangan global terdepan. Tingginya upah di Singapura didorong oleh produktivitas tenaga kerja yang tinggi, kekuatan sektor jasa dan keuangan, serta kualitas ekonomi yang maju. Namun, biaya hidup di negara kota itu juga jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Berbeda dengan mayoritas negara lain, Singapura tidak menetapkan upah minimum secara hukum. Sistem pengupahan di sana lebih bergantung pada keterampilan pekerja, kebutuhan pasar tenaga kerja, sektor industri, dan pengalaman kerja.
Di urutan kedua, Kuala Lumpur mencatat rata-rata gaji bulanan sebesar Rp28,7 juta, disusul oleh Penang dengan Rp16,7 juta. Bangkok berada di posisi keempat dengan rata-rata Rp13,1 juta per bulan, sementara Makati di Filipina menempati urutan kelima dengan Rp12,1 juta. Kota-kota lain yang masuk dalam daftar sepuluh besar antara lain Chiang Mai (Rp11 juta), Kuching (Rp9,6 juta), Phuket (Rp8,9 juta), serta Hanoi dan Ho Chi Minh City yang masing-masing mencatat rata-rata Rp8,7 juta per bulan.
Meski demikian, data ini juga mengungkap adanya kesenjangan upah yang cukup besar antarnegara di Asia Tenggara. Kota-kota di Indonesia, misalnya, belum berhasil menembus sepuluh besar. Jakarta hanya menempati posisi ke-14 dengan rata-rata gaji sekitar Rp7,9 juta per bulan. Kondisi ini mencerminkan perbedaan signifikan dalam hal produktivitas tenaga kerja, struktur ekonomi, dan biaya hidup antarwilayah di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Satpol PP Jakarta Pusat Tertibkan Lapak Pedagang Hewan Kurban di Trotoar Tanah Abang dan Johar Baru
Kemlu Akan Pantau Respons Internasional terhadap Pembentukan Danantara sebagai BUMN Ekspor Komoditas
PGN Amankan Pasokan Gas Bumi Nasional Lewat Sejumlah Kesepakatan Strategis di IPA Convex 2026
Polisi Tetapkan Sopir Taksi Green SM sebagai Tersangka Kecelakaan di Perlintasan Bekasi Timur, Tidak Ditahan