Laba Pegadaian Melonjak 87,2 Persen di Usia 125 Tahun, Didorong Ekspansi Ekosistem Emas

- Kamis, 21 Mei 2026 | 18:15 WIB
Laba Pegadaian Melonjak 87,2 Persen di Usia 125 Tahun, Didorong Ekspansi Ekosistem Emas

PT Pegadaian mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 87,2 persen pada periode 30 April 2026, mencapai Rp4,38 triliun dibandingkan Rp2,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bukti ketangguhan perusahaan sebagai salah satu pilar keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi.

Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari strategi bisnis adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif. Total aset Pegadaian pun melesat 56 persen menjadi Rp183,8 triliun, dari sebelumnya Rp117,8 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh Outstanding Loan (OSL) gross yang mencapai Rp153,6 triliun, naik 58,8 persen dari Rp96,7 triliun pada tahun lalu.

Di sisi lain, kualitas pembiayaan perusahaan justru semakin sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan signifikan dari 0,82 persen pada April 2025 menjadi 0,51 persen pada periode yang sama tahun ini. Pengelolaan portofolio yang solid juga mendorong rasio profitabilitas, dengan Return on Asset (ROA) mencapai 7,49 persen dan Return on Equity (ROE) menyentuh 29,72 persen.

Efisiensi operasional menjadi faktor pendukung lainnya. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yakni 59,71 persen. Manajemen menyebut pencapaian ini sebagai hasil optimalisasi biaya yang impresif.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini, terutama karena bertepatan dengan usia perusahaan yang menginjak 125 tahun.

“Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama,” ujar Damar dalam pernyataan resminya.

Memasuki usia baru, Pegadaian berkomitmen untuk terus bertransformasi dengan menggabungkan aspek digital dan kebutuhan riil masyarakat. Damar menambahkan, kehadiran komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital melalui aplikasi Tring! diharapkan menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman.

Komitmen untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. Pegadaian tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion, atau Bank Emas, dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat persetujuan bernomor S-325/PL.02/2024.

Dengan legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Perusahaan dinilai memiliki infrastruktur paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem ini, mengingat 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas dan jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling bersinar dan diminati masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Damar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar