Seluruh Koleksi Tas dan Perhiasan Sandra Dewi Ludes Terjual di BPA Fair 2026

- Kamis, 21 Mei 2026 | 17:30 WIB
Seluruh Koleksi Tas dan Perhiasan Sandra Dewi Ludes Terjual di BPA Fair 2026

Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA), Kuntadi, mengungkapkan bahwa seluruh koleksi barang mewah milik Sandra Dewi yang disita negara, terdiri dari tas bermerek dan perhiasan, telah habis terjual dalam gelaran BPA Fair 2026. Pernyataan itu disampaikan Kuntadi di sela-sela penutupan acara yang berlangsung di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/5/2026).

Kuntadi memastikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap aset-aset tersebut sangat tinggi. Meskipun beberapa item lain masih dalam proses pelelangan, kategori barang gaya hidup ini menjadi yang paling diburu oleh para peserta. "Tas dan perhiasan alhamdulillah laku semua, laku habis," ujarnya saat ditemui awak media.

Sementara itu, untuk aset kendaraan mewah milik suami Sandra Dewi, Harvey Moeis, masyarakat harus bersabar lebih lama. Kuntadi menjelaskan bahwa sejumlah mobil sport belum masuk ke meja lelang pada kesempatan kali ini. Kendaraan tersebut baru akan dijadwalkan pada tahap berikutnya. "Mobil sport untuk next pelelangan yang tadi sudah kami pamerkan di depan itu insyaallah bulan depan baru dilakukan lelang," lanjutnya.

Mengenai detail harga per item dari aset pasangan tersebut, pihak Kejaksaan berencana merilis data resminya secara tertulis. Kuntadi menegaskan bahwa fokus utama pelelangan ini adalah pada nilai aset, bukan pada asal-usul barang. "Secara detail nanti kami sampaikan tertulis ya kalau item-itemnya karena pada dasarnya kami menjual barang, bukan menjual dari mana ini, sehingga yang dilihat kita lihat adalah itu sebagai sebuah aset saja," jelasnya.

Di sisi lain, bagi barang-barang yang belum terjual dalam gelaran ini, Kuntadi memastikan akan ada upaya lelang ulang. "Ya, akan kita jual lagi, dievaluasi, tapi akan dijual," pungkasnya. Langkah ini menunjukkan komitmen BPA untuk terus mengoptimalkan pemulihan aset negara melalui mekanisme lelang yang transparan dan berkelanjutan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar