Debu Pabrik Semen Kembali Selimuti Permukiman Warga Bogor, Warga Keluhkan Gangguan Kesehatan

- Kamis, 21 Mei 2026 | 17:30 WIB
Debu Pabrik Semen Kembali Selimuti Permukiman Warga Bogor, Warga Keluhkan Gangguan Kesehatan

Sebuah video yang memperlihatkan kawasan permukiman di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Bogor, Jawa Barat, diselimuti debu tebal beredar luas di media sosial. Debu tersebut diduga berasal dari kebocoran yang terjadi di pabrik semen setempat.

Dalam video yang diterima, Kamis (21/5/2026), peristiwa itu terjadi pada pagi hari. Tampak partikel debu menutupi pepohonan dan sejumlah area rumah warga. Fenomena ini dikeluhkan warga karena sudah terjadi dua kali, dan kali ini dinilai lebih parah dibanding sebelumnya.

Kekhawatiran utama warga adalah dampak kesehatan yang ditimbulkan. Mereka menilai paparan debu dalam jumlah besar berpotensi memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Kepala Desa Jampang, Wawan, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya segera mengambil langkah koordinasi dengan manajemen pabrik untuk membahas persoalan ini secara langsung.

“Besok rencana kita akan ada pertemuan dengan manajemen terkait musibah ini,” ujarnya.

Wawan menyatakan telah memerintahkan pengurus RT dan dusun setempat untuk mengecek kondisi di lapangan. Ia juga mendesak agar proses pembersihan dilakukan sesegera mungkin.

“Saya minta segera dilakukan tindakan pembersihan dan saat ini sudah dilakukan melalui Damkar, dan mendorong pengusaha tersebut untuk mengantisipasi jangan sampai terulang kembali,” bebernya.

Di sisi lain, pemerintah desa juga mendorong agar warga yang terdampak mendapat kompensasi. Proses inventarisasi warga yang terkena dampak kini tengah berjalan.

“Yang kedua, agar masyarakat diberikan kompensasi akibat kejadian tersebut dan saat ini RT sedang menginventarisir warga yang kena dampaknya. Dan juga menurut laporan perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar