MUI Tegaskan Etika Dakwah Menyikapi Video Viral Gus Elham: Ini Aturannya

- Kamis, 13 November 2025 | 06:50 WIB
MUI Tegaskan Etika Dakwah Menyikapi Video Viral Gus Elham: Ini Aturannya
MUI Tegaskan Pendakwah Harus Jaga Etika Menyikapi Video Viral Gus Elham

MUI Tegaskan Pendakwah Harus Jaga Etika Menyikapi Video Viral Gus Elham

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan pernyataan resmi menanggapi viralnya video seorang pendakwah, Gus Elham, yang menunjukkan aksi mencium anak perempuan. Isu ini menjadi sorotan luas di masyarakat.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, menyatakan dengan tegas bahwa tindakan seperti itu tidak pantas dilakukan oleh siapapun, terlebih oleh seorang figur publik seperti pendakwah.

"Saya pikir perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh siapapun, apalagi dilakukan oleh pendakwah atau juga orang pesantren, bahkan mungkin anaknya kiai tentu tidak patut dilakukan. Tidak ada yang membenarkan itu," tegas Kiai Cholil.

Kiai Cholil menilai permintaan maaf yang disampaikan Gus Elham merupakan langkah yang tepat. Dia juga berpesan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mengenai aspek hukum, Kiai Cholil menyerahkan penilaiannya kepada ahli hukum yang berkompeten.

Pentingnya Etika dan Kepantasan dalam Berdakwah

Kiai Cholil menekankan bahwa seorang pendakwah harus memastikan konten yang disampaikannya benar dan bermanfaat. Selain itu, aspek kepantasan dan kesopanan menjadi ukuran penting yang harus dijaga.

"Bagi seorang pendakwah, tidak cukup meninggalkan yang haram dan mengerjakan yang wajib, tapi kepantasan dan kesopanan menjadi ukuran," tegasnya.

Dia menambahkan bahwa seorang dai seharusnya menjadi trend setter atau panutan yang membimbing umat, sehingga harus lebih aware dan sadar akan tanggung jawabnya.

Peran Orang Tua dalam Melindungi Anak

Kiai Cholil juga mengimbau para orang tua untuk tegas dan tidak segan melarang setiap tingkah laku yang tidak wajar terhadap anak mereka, tanpa memandang status pelaku.

"Meskipun dia gus. Siapapun dia. Tentunya harus mengawasi apalagi orang perokok bagi anak kecil kurang sehat, orang tua perlu tegas," pesannya.

KPRK MUI Soroti Perlindungan Martabat Anak

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI, Dr. Siti Ma'rifah, menyatakan penyesalannya atas kejadian ini. Menurutnya, peristiwa ini menyangkut harkat dan martabat manusia, di mana anak-anak tidak boleh diperlakukan semena-mena.

"Harus dijaga kehormatannya sesuai dengan prinsip maqashid syariah dan rahmatan lil alamin. Dalam berdakwah harus mencerminkan akhlakul karimah," ujar Siti Ma'rifah.

Dia menegaskan bahwa tindakan di luar batas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Cerminan kasih sayang harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Pentingnya Standardisasi Dai

Siti Ma'rifah menyoroti pentingnya program Standardisasi Dai yang dilaksanakan MUI. Program ini bertujuan untuk melahirkan pendakwah yang tidak hanya berpedoman pada Al-Qur'an dan sunnah, tetapi juga memperhatikan etika dan budaya masyarakat.

Dia berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI, dapat terus melakukan langkah-langkah pengawasan dan penertiban untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan. KPRK MUI sendiri berkomitmen untuk terus mengawal perlindungan anak dan keluarga melalui berbagai program, termasuk pendampingan pesantren ramah anak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar