Di bawah terik matahari Selasa siang, KM 81 ruas Tol Cipali ramai oleh aktivitas. Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas Polri, tampak meninjau lokasi yang bakal jadi pos pemeriksaan kendaraan. Ia tak sendirian. Bersama sejumlah stakeholder, peninjauan ini jadi bagian dari persiapan menyambut Operasi Ketupat 2026.
Agenda utamanya jelas: memastikan pengamanan arus mudik berjalan mulus. Dengan tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', prioritasnya adalah keselamatan pemudik. Ini sesuai arahan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Siang ini kami hadir bersama seluruh stakeholder di KM 81 untuk persiapan Operasi Ketupat," ujar Irjen Agus di tengah keriuhan lokasi.
Ia menambahkan, "Negara hadir demi memastikan perjalanan mudik aman sampai tujuan."
Nah, tahun ini ada program baru. Sebuah rest area akan dialihfungsikan jadi check point terpadu khusus untuk memeriksa kendaraan angkutan penumpang. Pemeriksaan bakal difokuskan pada bus dan travel. Yang dicek bukan cuma fisik kendaraannya, tapi juga kesehatan sopir serta kelengkapan SIM dan STNK.
"Bus dan travel jadi prioritas karena membawa banyak penumpang," jelas Agus. "Mereka harus laik jalan, pengemudinya fit, dan administrasi oke."
Menurutnya, nanti setiap Polda akan menyiapkan satu check point serupa. Tujuannya, standar keselamatan bisa dipenuhi sejak titik awal perjalanan. Pemeriksaan ini sendiri bakal kolaboratif, melibatkan polisi, petugas kesehatan, hingga Kemenhub.
Di sisi lain, Muhammad Awaluddin selaku Dirut PT Jasa Raharja menyebut pihaknya akan buka pos pelayanan terpadu di lokasi yang sama. Pos ini merupakan satu dari 25 pos yang disiagakan di jalur mudik nasional.
"Pos ini nanti berkolaborasi dengan semua stakeholder di KM 81, difungsikan sebagai check point station," ungkap Awaluddin.
Fungsinya beragam. Mulai dari mendukung pemeriksaan kesehatan pengemudi, menyediakan info jalur, titik rawan, hingga prediksi kepadatan. Harapannya tentu saja bisa tekan angka kecelakaan.
Sementara untuk infrastruktur, Dedi Gunawan dari Kementerian PU memberi kepastian. Perbaikan di ruas Tol Cipali, termasuk penanganan lubang, ditargetkan tuntas maksimal H-7 hingga H-10 sebelum Lebaran. Pos pemantauan juga disiapkan di rest area dan jalur utama.
"Ini upaya cegah kecelakaan. Soal lubang-lubang tadi, kami usahakan selesai paling lambat H-10," pungkas Dedi.
Usai dari Cipali, rencananya Kakorlantas akan melanjutkan pengecekan ke Tol Cisumdawu. Semua demi memastikan jalur utama benar-benar siap dipadati pemudik nanti.
Artikel Terkait
PBB Peringatkan Eskalasi Berbahaya Konflik Rusia-Ukraina, Korban Sipil Melonjak 21 Persen
Komisi III DPR Bantah Penggunaan APBN untuk Sapi Kurban Presiden Langgar Hukum dan Syariat
Pengunjung Ragunan Tembus 16.810 Orang pada Hari Pertama Libur Idul Adha 2026
Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Terintegrasi Peredaran Sabu dan Obat Keras di Jakarta Timur, 8 Tersangka Diamankan