Kabar Meninggalnya Bos Kartel El Mencho Soroti Makna Istilah Kartel yang Lebih Luas

- Selasa, 24 Februari 2026 | 17:15 WIB
Kabar Meninggalnya Bos Kartel El Mencho Soroti Makna Istilah Kartel yang Lebih Luas

Jakarta - Kabar tewasnya bos kartel narkoba Meksiko, El Mencho, tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Sosok yang ditakuti itu, bernama asli Nemesio Oseguera Cervantes, disebut-sebut sebagai otak di balik salah satu sindikat narkoba paling berkuasa. Kematiannya bukan cuma jadi berita utama, tapi juga bikin suasana di beberapa wilayah Meksiko jadi mencekam. Maklum, jaringan organisasinya sangat luas dan kompleks.

Heboh ini bikin banyak orang penasaran lagi. Apa sih sebenarnya arti kata "kartel" itu? Istilah yang sering kita dengar ini ternyata punya makna lebih luas dari sekadar sindikat narkoba.

Pengertian Kartel: Bukan Cuma Soal Narkoba

Kalau merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kartel itu pada dasarnya adalah gabungan perusahaan sejenis. Tujuannya? Untuk mengendalikan hal-hal seperti produksi, harga, dan persaingan di pasar. Jadi, konteks awalnya lebih ke ranah ekonomi dan bisnis.

Namun begitu, istilah ini kemudian dipakai di berbagai bidang. Dalam politik, misalnya, bisa merujuk pada koalisi partai. Sementara di ranah hukum, kartel berarti persekutuan dua pihak atau lebih untuk kepentingan tertentu. KBBI juga mencatat beberapa istilah turunannya. Ada "kartel narkotika" yang kita sering dengar, lalu "kartel oligarki" yang menggambarkan sekelompok kecil penguasa pasar, sampai "kartel sitasi" dalam dunia akademik.

Dari Papan Pengumuman sampai Monopoli Pasar

Asal-usul katanya sendiri cukup menarik. Menurut sejumlah catatan, istilah "cartel" ini diserap dari bahasa Inggris. Tapi jejaknya bisa dilacak lebih jauh. Encyclopaedia Britannica mendefinisikan cartel sebagai asosiasi perusahaan atau individu independen yang bertujuan mempengaruhi pasar biasanya dengan membatasi produksi, mengatur harga, atau membagi wilayah.

Yang menarik, kerja sama model begini ternyata bukan hal baru. Bentuk-bentuk awal kartel konon sudah ada sejak Abad Pertengahan, bahkan ada yang menyebut sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Praktik mengatur pasar rupanya sudah jadi bagian dari sejarah perdagangan manusia.

Nah, dari sisi bahasa, asal katanya justru dari dunia yang berbeda. Menurut Online Etymology Dictionary, kata "cartel" muncul dari bahasa Prancis, yang diambil lagi dari bahasa Italia "cartello". Awalnya artinya papan pengumuman atau kartu. Kata ini dulu digunakan untuk menyebut perjanjian tertulis, bahkan antara negara yang sedang berkonflik.

Pergeseran makna ke ranah ekonomi terjadi sekitar tahun 1900, lewat pengaruh bahasa Jerman "kartell". Sejak saat itulah istilah ini lekat dengan persekutuan pengusaha untuk menguasai pasar. Penggunaannya kemudian meluas ke mana-mana, termasuk yang paling terkenal dan kelam untuk menyebut jaringan perdagangan gelap seperti kartel narkoba yang dipimpin orang seperti El Mencho.

Jadi, meski sekarang identik dengan kejahatan terorganisir, istilah kartel punya sejarah dan cakupan yang jauh lebih beragam. Kabar dari Meksiko itu cuma mengingatkan kita kembali pada satu sisi gelapnya saja.


(wia/imk)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar