Jakarta - Kabar tewasnya bos kartel narkoba Meksiko, El Mencho, tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Sosok yang ditakuti itu, bernama asli Nemesio Oseguera Cervantes, disebut-sebut sebagai otak di balik salah satu sindikat narkoba paling berkuasa. Kematiannya bukan cuma jadi berita utama, tapi juga bikin suasana di beberapa wilayah Meksiko jadi mencekam. Maklum, jaringan organisasinya sangat luas dan kompleks.
Heboh ini bikin banyak orang penasaran lagi. Apa sih sebenarnya arti kata "kartel" itu? Istilah yang sering kita dengar ini ternyata punya makna lebih luas dari sekadar sindikat narkoba.
Pengertian Kartel: Bukan Cuma Soal Narkoba
Kalau merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kartel itu pada dasarnya adalah gabungan perusahaan sejenis. Tujuannya? Untuk mengendalikan hal-hal seperti produksi, harga, dan persaingan di pasar. Jadi, konteks awalnya lebih ke ranah ekonomi dan bisnis.
Namun begitu, istilah ini kemudian dipakai di berbagai bidang. Dalam politik, misalnya, bisa merujuk pada koalisi partai. Sementara di ranah hukum, kartel berarti persekutuan dua pihak atau lebih untuk kepentingan tertentu. KBBI juga mencatat beberapa istilah turunannya. Ada "kartel narkotika" yang kita sering dengar, lalu "kartel oligarki" yang menggambarkan sekelompok kecil penguasa pasar, sampai "kartel sitasi" dalam dunia akademik.
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026 Jatuh Awal, Sekolah Libur 16-27 Maret
Ketua Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangka Guru Honorer Probolinggo
AS Disebut Makin Dekat dengan Keputusan Serang Iran, Israel Siap Hadapi Front Tambahan
Warga Srengseng Kesal, Oknum Wanita Kabur Bayar Usai Makan-Minum di Warung