Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak mau lagi ada penundaan. Proyek raksasa LNG Abadi di Blok Masela, yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional, harus segera digeber. Caranya? Pemerintah bakal membentuk tim khusus untuk mengawal langsung proyek ini.
Intinya, tim itu akan jadi jalan pintas. Purbaya ingin investor Blok Masela diperlakukan secara spesial, sehingga berbelit-belit birokrasi yang selama ini bikin lambat bisa dipangkas. Semua masalah, dari urusan izin lingkungan sampai impor alat berat, nanti diselesaikan dalam satu atap di Kementerian Keuangan.
"Sebelumnya tuh keluarnya lambat sekali, izin-izin segala macam," ujar Purbaya, seusai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, Selasa lalu.
Ia menambahkan, "Sebetulnya izin-izin intern keluar kan Januari, Februari. Yang lingkungan hidup dan lain-lain kan itu sebetulnya dipercepat karena mereka tahu mau dibawa ke sini. Jadi mereka percepat semua."
Dengan skema khusus ini, target waktu produksi pun digeser lebih maju. Kalau sebelumnya perkiraan operasional baru dimulai sekitar 2030-2031, Purbaya kini punya harapan lebih optimis.
"Saya sih kalo bisa 2029, sebelum 2029 sudah kelihatanlah bangunannya. Jadi gasnya sudah berproduksi," tuturnya penuh keyakinan.
Namun begitu, ia juga realistis. "Kita akan percepat semaksimal mungkin, saya cuma bisa mendukung saja kan, yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan."
Lalu bagaimana dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)? Menkeu mengakui ini soal yang pelik. Proyek gas punya standar keamanan super ketat, jadi soal kualitas teknologi tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Kurma di Bulan Ramadan: Tradisi Berbuka yang Didukung Bukti Ilmiah
Ragam Jenis Kurma untuk Berbuka Puasa, dari Ajwa hingga Safawi
Pertamina Geothermal Energy Targetkan Pasang Teknologi Flow2Max® di Filipina pada 2026
Menteri AHY Peringatkan Krisis Air Makin Nyata, 43,5% Wilayah Defisit