Taman Purbakala Batu Pake Gojeng di Sinjai, Perpaduan Situs Megalitikum dan Makam Raja Kuno

- Kamis, 21 Mei 2026 | 17:01 WIB
Taman Purbakala Batu Pake Gojeng di Sinjai, Perpaduan Situs Megalitikum dan Makam Raja Kuno

Di tengah rimbunnya pepohonan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terdapat sebuah kawasan yang tidak hanya menawarkan panorama dari ketinggian, tetapi juga menyimpan jejak peradaban masa lampau yang masih bertahan hingga kini. Tempat itu bernama Taman Purbakala Batu Pake Gojeng, sebuah destinasi yang memadukan unsur sejarah, alam, dan tradisi lisan yang terus hidup di tengah masyarakat.

Lokasi situs ini berada di Jalan Veteran, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara. Dari Kota Makassar, jarak yang harus ditempuh sekitar 165 kilometer atau setara dengan empat jam perjalanan menggunakan mobil. Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita, dengan tarif masuk sebesar Rp10.000 per orang.

Berada di atas bukit setinggi 125 meter di atas permukaan laut, area ini dipenuhi susunan batu-batu besar yang diperkirakan telah ada sejak masa megalitikum. Sebagian batu tampak berdiri tegak menyerupai menhir, sementara yang lainnya tersusun mendatar seperti meja batu. Masyarakat setempat meyakini bahwa susunan tersebut merupakan peninggalan leluhur yang dahulu digunakan untuk berbagai aktivitas adat.

Namun, Batu Pake Gojeng bukan sekadar kumpulan bebatuan tua. Kawasan ini juga menjadi saksi perjalanan sejarah di Sinjai, khususnya sebagai bagian dari peninggalan kerajaan lokal kuno yang telah ada sebelum masuknya Islam ke wilayah tersebut. Di area yang sama, terdapat pula kompleks pemakaman raja-raja Batu Pake Gojeng beserta keluarganya. Hal ini menjadikan tempat itu tidak hanya bernilai wisata, tetapi juga memiliki bobot sejarah dan budaya yang terus dijaga.

Menariknya, suasana di kawasan ini tidak selalu dipenuhi wisatawan yang datang untuk belajar sejarah. Pada akhir pekan, tempat ini kerap menjadi ruang berkumpul masyarakat. Ada yang datang untuk bersantai, berolahraga, berfoto, atau sekadar menikmati sore di bawah pepohonan rindang. Dari atas bukit, pengunjung dapat menyaksikan panorama alam Sinjai dari ketinggian, terutama saat senja ketika cahaya matahari mulai berubah warna.

Di sisi lain, Batu Pake Gojeng juga dikenal melalui cerita-cerita yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagian warga meyakini bahwa kawasan tersebut menyimpan nilai sakral yang dijaga oleh kekuatan tak kasat mata. Beberapa pengunjung mengaku pernah merasakan suasana yang berbeda ketika berada di antara susunan batu besar, seperti udara yang mendadak terasa lebih dingin atau suasana yang menjadi lebih sunyi.

Bagi masyarakat sekitar, cerita semacam itu bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, hal itu dipandang sebagai bagian dari penghormatan terhadap peninggalan leluhur dan hubungan manusia dengan alam. Terlepas dari berbagai narasi yang berkembang, kawasan ini tetap menghadirkan ketenangan. Di Batu Pake Gojeng, pengunjung tidak hanya menemukan hamparan batu berusia ribuan tahun, tetapi juga ruang untuk menyaksikan bagaimana sejarah, budaya, dan cerita masyarakat masih berjalan berdampingan hingga hari ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar