Hujan turun deras di TPU Tanah Kusir pagi itu, Minggu (8/3/2026). Rintiknya seolah mengiringi duka yang menyelimuti prosesi pemakaman Vidi Aldiano. Suasana haru terasa begitu pekat.
Di antara lautan pelayat yang hadir, perhatian banyak tertuju pada Sheila Dara Aisha. Sang istri berusaha tampil tegar mengantar suami tercinta ke peristirahatan terakhirnya. Namun begitu, kesedihan itu jelas tak bisa sepenuhnya disembunyikan.
Sebelum dibawa ke pemakaman, jenazah Vidi telah disalatkan di sebuah masjid dekat kediamannya. Setelah itu, barulah iring-iringan keluarga dan kerabat pelan-palan bergerak menuju liang lahat. Hadir juga sejumlah sahabat karib, rekan-rekan sesama musisi, dan tentu saja masyarakat yang ingin memberi penghormatan terakhir.
Sheila terlihat harus dipapah seorang kerabat saat berjalan mendekati area makam. Selendang biru menutupi kepalanya, wajahnya tersembunyi di balik masker. Ia terus berusaha menahan isak.
Momen itu adalah perpisahan. Bukan hanya untuk keluarga, tapi juga untuk sahabat dan penggemar yang datang dengan mata berkaca-kaca.
Artikel Terkait
Mahfud MD Pertanyakan Efektivitas dan Dorong Evaluasi Keterlibatan Indonesia di Board of Peace
Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga Dukungan untuk KPK Usai Bupati Ditahan
Amran: Swasembada Beras Tercapai dalam Setahun, Dukung Ribuan Warga Sulsel Buka Puasa
DPR Desak Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Kesiapan Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026