MURIANETWORK.COM - Sebuah gempa berkekuatan signifikan mengguncang kawasan Fiji pada Minggu, 22 Februari 2026. Meskipun kekuatannya besar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat menyatakan kejadian ini tidak membangkitkan ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia. Pusat gempa terletak di laut dalam, jauh dari daratan, sehingga dampak langsungnya terbatas.
Lokasi dan Karakteristik Gempa
Berdasarkan data pemantauan, episenter gempa terkonfirmasi pada koordinat 21.8° Lintang Selatan dan 179.54° Bujur Timur. Lokasinya berada di perairan sekitar 448 kilometer di sebelah selatan Fiji, dengan hiposenter yang sangat dalam, mencapai 653 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman inilah yang menjadi faktor kunci dalam analisis dampak lanjutannya.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa ini bersumber dari aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng tektonik. "Gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dalam akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik ke bawah Lempeng Australia," jelasnya.
Mekanisme Gempa dan Analisis Potensi Tsunami
Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme pergerakan batuan di sumber gempa. Rahmat Triyono memaparkan detail teknisnya dalam keterangan terpisah.
Artikel Terkait
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran
Gibran Desak Persidangan Kasus Penyegraman Andrie Yunus Berjalan Jujur dan Terbuka
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Rejang Lebong di Kantor BPKP Bengkulu
Prabowo Canangkan Pengembangan Avtur dari Sawit dan Jelantah