"Gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik (oblique Thrust-Fault)," tuturnya.
Mekanisme sesar seperti ini, meski berpotensi kuat, umumnya memiliki karakteristik tertentu dalam hal pembangkitan gelombang laut. Tim ahli BMKG telah melakukan pemodelan secara cermat berdasarkan seluruh parameter yang tersedia. Hasilnya menunjukkan dengan jelas bahwa guncangan yang terjadi tidak berpotensi memicu tsunami yang dapat mencapai pantai Indonesia.
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan dasar analisis ilmiah yang solid, BMKG menegaskan bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk wilayah Indonesia. Masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah pesisir, dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, pemantauan intensif terus dilakukan. "Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ungkap Rahmat Triyono, menambahkan konfirmasi terkini mengenai situasi di lapangan.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Waterboom Grand Mall Maros Tawarkan Wahana Air Terjangkau di Dekat Makassar
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis