Gedung DPR RI yang biasanya terang benderang, kini diselimuti gelap. Sejak Senin (30/3) sore sekitar pukul enam, lampu-lampu di kompleks parlemen itu mulai dipadamkan satu per satu. Ini adalah bagian dari komitmen penghematan energi yang sedang digalakkan.
Pantauan di lokasi, suasana benar-benar berbeda dari biasanya. Hanya beberapa titik yang masih mendapat cahaya, seperti area toilet dan dekat pintu-pintu keluar darurat. Gelapnya tidak cuma di satu gedung. Kondisi serupa terlihat di Gedung Nusantara I, II, III, hingga gedung berbentuk kura-kura. Bahkan eskalator di Nusantara II yang biasanya tetap berputar sampai larut, kini diam tak bergerak.
Yang juga terasa adalah kesunyiannya. Dengung AC dan elektronik lain yang biasa terdengar, hilang sama sekali. Hemat energi ini diterapkan secara total, rupanya.
Di sisi lain, suasana di luar kompleks gedung juga tak kalah gelap. Hanya pancaran lampu jalan yang tersisa, menerangi sebagian area. Suasana malam di Senayan jadi lebih kelam dari biasanya.
Kebijakan ini bukan tanpa pemberitahuan. Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, sudah menyampaikan rencana penghematan beberapa hari sebelumnya. Langkahnya mencakup pembatasan lampu pada malam hari dan yang cukup menyentuh, pemotongan jatah BBM untuk para pejabat.
"Senin 30 Maret seluruh pejabat baru lengkap. Jadi baru ditegaskan komitmen tersebut. Tapi dari Biro Umum yang mengelola kendaraan sudah dibuat exercise berkaitan dengan penghematan BBM,"
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Serukan ASN Fokus Kerja Pascalebaran
Trump Ancam Hancurkan Pusat Vital Iran Jika Kesepakatan Damai Tak Tercapai
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Ekonomi Strategis Senilai USD 22 Miliar
Usai Lebaran 2026, Jakarta Kembali Disergap Kemacetan Parah di Semua Gerbang Masuk