Menteri Keuangan Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Tembus 5,5 Persen

- Kamis, 09 April 2026 | 19:35 WIB
Menteri Keuangan Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Tembus 5,5 Persen

Di kantor Kemenkeu, Kamis (9/4) lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target yang cukup ambisius. Dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 bisa melesat di atas 5,5 persen. Angka itu bukan sekadar wacana. Bagi Purbaya, itu adalah penanda.

"Akan terus membaik, pertumbuhannya. Asal program kita dioptimalkan dengan benar," ujarnya. "Kalau sudah di atas 5,5 persen, kan sudah jelas. Itu artinya ekonomi kita benar-benar sudah belok arah. Saya harap ini bisa mengubah sentimen para pelaku bisnis."

Target tersebut tentu tidak datang dengan sendirinya. Untuk mencapainya, sejumlah langkah konkret akan digenjot. Purbaya menyebutkan, penerimaan pajak akan ditingkatkan. Belanja pemerintah juga dioptimalkan. Tak lupa, permintaan domestik harus terus dipacu, mengikuti tren positif yang sudah terlihat di kuartal pertama tahun ini.

Menariknya, dia secara khusus menepis anggapan bahwa momentum Ramadan dan Lebaran akan jadi penyokong utama. Menurutnya, ada faktor lain yang lebih krusial.

"Jadi bukan cuma karena lebaran saja. Saya perhatikan likuiditas, belanja yang dipercepat, efisiensi anggaran, plus berbagai manuver kebijakan di sana-sini. Akibatnya, permintaan bisa lebih cepat ketimbang periode yang sama tahun lalu," tutur Purbaya.

Sebelumnya, kabar serupa soal ketahanan ekonomi juga datang dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam rapat kerja di Kompleks Istana, Rabu (8/4), dia menekankan bahwa pertumbuhan kuartal I-2026 tetap kuat dan stabil. Situasi global yang tidak pasti rupanya belum menggoyahkan fundamental dalam negeri.

"Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai 5,5 persen," kata Airlangga.

Dia pun menyebut konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh PDB masih dalam performa yang solid. Ini menjadi salah satu pilar utama yang menjaga laju ekonomi tetap pada relnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar