Dalam rapat kerja yang digelar Senin (26/1) lalu, suara Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, terdengar keras mempertanyakan arah dan peran Kementerian Komunikasi dan Informatika Digital (Komdigi). Rapat yang menghadirkan Menkomdigi Meutya Hafid itu justru diwarnai sederet kritik pedas.
Utut membuka dengan pertanyaan mendasar. Menurutnya, Komdigi adalah evolusi dari Kominfo, yang dulu sendiri merupakan konsolidasi dari Kementerian Penerangan dan Dirjen Postel.
"Lantas di era reformasi, peran paling apa yang paling pas?" tanyanya, mencoba mencari titik terang. "Jadi dengan konsep konsolidasi ini apa sih perannya?"
Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Dia menyoroti realitas di lapangan, di mana sejumlah direktorat jenderal di bawah Komdigi justru mengalami penambahan anggaran, sementara yang lain malah dipangkas. Sayangnya, penjelasan rinci dari Meutya soal hal ini dinilainya belum memuaskan.
Di sisi lain, Utut punya saran konkret. Komdigi, dalam pandangannya, harus jauh lebih aktif. Bukan cuma mengurusi infrastruktur, tapi juga menjadi corong yang efektif untuk menyampaikan capaian-capaian pemerintah kepada publik.
"Desain terbaik buat Komdigi ini apa? Atau hanya sekadar bercerita seperti ini?" ujarnya, terdengar sedikit frustrasi.
"Bakti itu, kalau hemat saya ibu harus bantu menjelaskan apa capaian pemerintahan, apa? Misal kenapa kita harus ke BRICS, kenapa di Davos kita mau jadi itu (board of peace)."
Artikel Terkait
Senapati Nusantara Gelar Rakernas, Tosan Aji Diharap Tak Sekadar Pusaka
Eksekusi Hotel Sultan Tersendat, Pemerintah Tuding Ada Manuver Penguluran Waktu
Listrik 99 Persen Pulih, Tito Karnavian Soroti Kemajuan Pascabencana Sumatera
KSAD Buka Suara Soal WNI Jadi Tentara Asing: Di Sini Gratis, Tak Perlu Bayar