Fakta bahwa Menkomdigi didampingi dua wakil menteri Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo menurutnya justru harus membuat kinerja kementerian ini lebih jelas dan terlihat. Namun realitanya? Ia tak melihatnya.
"Nah capaian ini di sini ada wamen ada 2 orang, yang satu bekas anunya pribadi Pak Presiden," lanjut Utut. "Hemat saya tugas ibu memberitakan keberhasilan pemerintah dengan desain kekinian. Tanpa itu, buat apa ada Kominfo? Komdigi?"
Kritiknya semakin tajam ketika menyentuh persoalan hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital. Dunia maya, katanya, sudah kacau balau.
"Dunia sudah enggak bisa diatur, Pak Alexander Sabar (Dirjen di Komdigi) suruh buang hoaks, memecah belah, bilang enggak ada UU-nya," sindirnya. "Fakta sekarang minta maaf, 2 hari lalu juga yang jelek-jelekin Bapak Presiden masih ada Pak Angga. Apalagi Ketum kami (Megawati) dijelek-jelekin kayak apa."
Di akhir pernyataannya, politisi PDIP itu pun meminta kejelasan. Ia butuh gambaran besar yang utuh.
"Jadi mohon saya diberi pencerahan Komdigi terkini desain besarnya apa sehingga programnya jelas," tutupnya, menekankan harapan agar kementerian ini punya peta jalan yang tak lagi samar-samar.
Artikel Terkait
Senapati Nusantara Gelar Rakernas, Tosan Aji Diharap Tak Sekadar Pusaka
Eksekusi Hotel Sultan Tersendat, Pemerintah Tuding Ada Manuver Penguluran Waktu
Listrik 99 Persen Pulih, Tito Karnavian Soroti Kemajuan Pascabencana Sumatera
KSAD Buka Suara Soal WNI Jadi Tentara Asing: Di Sini Gratis, Tak Perlu Bayar