Operasi penggeledahan digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sejumlah lokasi, termasuk kantor dan rumah dinas Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Aksi ini bukan tanpa alasan. KPK sedang menyelidiki kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat sang bupati.
Dalam operasi tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti yang cukup signifikan. Tidak cuma dokumen, tapi juga uang tunai. Jumlahnya? Cukup fantastis, mencapai ratusan juta rupiah.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi temuan itu pada Rabu (17/12/2025).
"Selain menyita dokumen, ada sejumlah uang juga yang diamankan dan disita. Jumlahnya nanti kami akan cek persisnya berapa, informasi awal mencapai ratusan juta rupiah," ujar Budi.
Menurutnya, penggeledahan masih berlangsung di beberapa titik lain. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah Kantor Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
Meski belum merinci secara gamblang, Budi memberi petunjuk soal kaitan temuan ini dengan kasus yang sedang dibongkar. Diduga, ada proyek pengadaan alat kesehatan yang jadi modus.
"Di antaranya yang digeledah hari ini di Dinas Kesehatan. Ini kan berkaitan dengan proyek pengadaan alat kesehatan yang diduga menjadi salah satu modus yang digunakan oleh bupati untuk meminta fee proyek kepada vendor," katanya lagi.
Singkatnya, Ardito Wijaya dituding meminta fee dari vendor proyek yang menjadi wewenangnya. Operasi KPK ini masih terus bergulir, dan kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Siswa SD di Ngada Meninggal Diduga Bunuh Diri, Kemendikdasmen Soroti Kesejahteraan Psikososial Anak
Anggota DPR Dorong Satgas Saber Pangan Optimalkan Pengawasan Harga Jelang Ramadan 2026
Kadin Siapkan Strategi Jitu Tarik Investor Global Jelang Pertemuan ABAC 2026
KEK MNC Lido City Perbaiki Fasilitas Delapan Masjid Jelang Ramadan