Dua Bulan Pasca Banjir Bandang, Lumpur Hitam Masih Membayangi Aceh Tamiang

- Jumat, 23 Januari 2026 | 07:50 WIB
Dua Bulan Pasca Banjir Bandang, Lumpur Hitam Masih Membayangi Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Sudah hampir dua bulan berlalu sejak banjir bandang menerjang. Tapi jejaknya masih nyata terlihat. Di sejumlah lokasi di Aceh Tamiang, timbunan lumpur hitam masih berserakan, mengering di terik matahari, menjadi pengingat betapa dahsyatnya bencana waktu itu.

Upaya pembersihan memang terus digenjot. BUMN Karya dan PTPN mengerahkan alat berat serta pekerja, dibantu oleh aparat TNI. Namun, pekerjaan itu ternyata tak semudah yang dibayangkan. Tumpukan lumpur yang menimbun rumah-rumah warga, bangunan, dan fasilitas umum lainnya belum juga tuntas dibersihkan. Rasanya, butuh waktu lebih lama lagi.

Di Kuala Simpang, pusat kota, suasana gotong royong masih terasa. Para pekerja dadakan dari BUMN Karya bahu-membahu dengan seragam hijau TNI. Mereka menyekop, mengangkut, berusaha mengembalikan wajah kota. Suara mesin alat berat dan truk pengangkut menderu, sibuk mengeruk sisa-sisa lumpur yang mengeras. Pemandangan ini jadi pemandangan sehari-hari sekarang.

Arifin, salah satu tokoh masyarakat yang terlibat dalam distribusi bantuan, mengakui bahwa tenaga yang ada memang belum cukup.

"Cuma mengandalkan tenaga dari BUMN Karya ya kurang. Makanya, pimpinan Danantara, Bapak Dony Oskaria, langsung bergerak. Dia mengerahkan tambahan tenaga dari pekerja PTPN untuk bantu di sini," jelasnya, Jumat lalu.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Lokasinya agak terpencil, jauh dari keramaian pusat kota. Di sini, tantangannya lain lagi. Alat berat tidak hanya berurusan dengan lumpur, tapi juga dengan gelondongan kayu ukuran besar yang terbawa longsor dari bukit. Kayu-kayu itu berserakan, memblokir jalan dan area permukiman.

Di sekitar Masjid Nurussalam, tumpukan kayu itu mulai sedikit demi sedikit disingkirkan. Di pelatarannya, kini berdiri tenda besar BNPB. Keberadaan tenda itu menandai fase baru pemulihan.


Halaman:

Komentar