✍🏻A. Ainur Rohman
Cerita ini berawal dari Samsuri. Namanya mungkin tak banyak dikenal, tapi dialah pelatih angkat besi dari Desa Sooka, Punung, yang punya mata tajam melihat berlian mentah. Di Pacitan, Jawa Timur, ia menemukan Luluk Diana Tri Wijayana.
Luluk hanyalah anak petani dari keluarga sederhana. Rumahnya semi permanen, kehidupannya jauh dari gemerlap kota. Tapi di situlah Samsuri melihat sesuatu yang istimewa. Ia membimbing, mengasah, dan membentuk Luluk hingga seperti sekarang.
Kini, siapa sangka? Luluk menjelma menjadi salah satu prospek terbaik Indonesia. Gelar juara dunia remaja dan junior sudah digenggamnya. Dan pekan ini, di ajang SEA Games, ia berhasil mengalahkan juara dunia dua kali asal Thailand. Medali emas pun diraih.
"
Artikel Terkait
Misteri Masa Lalu Kiai Sadrach: Benarkah Ia Pernah Nyantri?
Bosnia hingga Gaza: Cermin Kelam Perdamaian yang Dipaksakan
Sidang Kemnaker Bergulir: Aliran Dana Euro Rp50 Juta Mengarah ke Ibu Menteri
Lebih Pilih Penjara Setahun Daripada Kembalikan Uang Rp 4,6 Miliar