Capgemini Lepas Anak Usaha AS Usai Ditekan Parlemen Prancis Soal Kontrak ICE

- Senin, 02 Februari 2026 | 02:15 WIB
Capgemini Lepas Anak Usaha AS Usai Ditekan Parlemen Prancis Soal Kontrak ICE

Tekanan dari parlemen Prancis akhirnya memaksa Capgemini bertindak. Perusahaan teknologi asal Prancis itu memutuskan untuk melepas anak perusahaannya di Amerika Serikat, Capgemini Government Solutions (CGS). Keputusan ini muncul setelah mereka mendapat sorotan tajam terkait kontrak CGS dengan badan imigrasi AS, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Menurut sejumlah laporan, Menteri Keuangan Roland Lescure dan beberapa anggota parlemen lainnya memang mendesak Capgemini untuk memberikan penjelasan. Kekhawatiran mereka berpusat pada metode penegakan hukum yang dijalankan oleh ICE. Kontrak dengan lembaga itu dianggap bermasalah.

Dalam pernyataan resminya, Capgemini terlihat berusaha menjelaskan posisinya. Mereka menyebut ada batasan hukum yang ketat di AS, terutama untuk kontrak dengan entitas federal yang menangani aktivitas bersifat rahasia.

"Batasan itu dinilai menghalangi Grup untuk melakukan pengendalian penuh atas operasional anak perusahaan," begitu bunyi pernyataan tersebut. Intinya, mereka kesulitan memastikan semua kegiatan CGS selaras dengan visi dan nilai-nilai induk perusahaannya.

Proses penjualan pun akan segera digulirkan. Meski begitu, Capgemini enggan menyebut bahwa kontrak dengan ICE adalah satu-satunya pemicu. Mereka lebih memilih untuk tidak menyinggungnya secara langsung.

Di sisi lain, dari segi finansial, dampaknya bagi Capgemini terbilang kecil. CGS hanya menyumbang sekitar 0,4 persen dari estimasi pendapatan global mereka di tahun 2025. Bahkan, kontribusinya terhadap pendapatan Capgemini di AS sendiri kurang dari 2 persen. Jadi, secara ekonomi, ini bukanlah pukulan yang berat.

Keterangan lebih lanjut datang dari sang CEO, Aiman Ezzat. Pekan lalu, ia mengaku bahwa perusahaan baru benar-benar memahami detail kontrak CGS dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan ICE pada Desember 2025. Cukup telat, memang.

"Kami tidak punya akses ke informasi atau kontrak rahasia terkait operasi teknis CGS," tegas Ezzat.

Klausul keamanan pemerintah AS-lah yang disebutnya membatasi akses tersebut. Namun begitu, Ezzat menyatakan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang. Mereka akan mengkaji isi kontrak, cakupannya, serta prosedur pengadaan yang selama ini berjalan.

Langkah divestasi ini, pada akhirnya, lebih terasa seperti upaya membersihkan nama dan menghindari badai politik yang lebih besar. Capgemini memilih untuk menarik diri dari bisnis yang berpotensi menimbulkan polemik berkepanjangan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar