Tekanan dari parlemen Prancis akhirnya memaksa Capgemini bertindak. Perusahaan teknologi asal Prancis itu memutuskan untuk melepas anak perusahaannya di Amerika Serikat, Capgemini Government Solutions (CGS). Keputusan ini muncul setelah mereka mendapat sorotan tajam terkait kontrak CGS dengan badan imigrasi AS, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Menurut sejumlah laporan, Menteri Keuangan Roland Lescure dan beberapa anggota parlemen lainnya memang mendesak Capgemini untuk memberikan penjelasan. Kekhawatiran mereka berpusat pada metode penegakan hukum yang dijalankan oleh ICE. Kontrak dengan lembaga itu dianggap bermasalah.
Dalam pernyataan resminya, Capgemini terlihat berusaha menjelaskan posisinya. Mereka menyebut ada batasan hukum yang ketat di AS, terutama untuk kontrak dengan entitas federal yang menangani aktivitas bersifat rahasia.
"Batasan itu dinilai menghalangi Grup untuk melakukan pengendalian penuh atas operasional anak perusahaan," begitu bunyi pernyataan tersebut. Intinya, mereka kesulitan memastikan semua kegiatan CGS selaras dengan visi dan nilai-nilai induk perusahaannya.
Proses penjualan pun akan segera digulirkan. Meski begitu, Capgemini enggan menyebut bahwa kontrak dengan ICE adalah satu-satunya pemicu. Mereka lebih memilih untuk tidak menyinggungnya secara langsung.
Artikel Terkait
Interpol Indonesia Ungkap Tim Sudah Bergerak ke Negara Persembunyian Riza Chalid
Persija Jakarta Di Ambang Rekrut Penyerang Muda Belanda, Mauro Zijlstra
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Bogor Diguncang Tanah Bergerak, Sebelas Rumah Retak