Tekanan dari parlemen Prancis akhirnya memaksa Capgemini bertindak. Perusahaan teknologi asal Prancis itu memutuskan untuk melepas anak perusahaannya di Amerika Serikat, Capgemini Government Solutions (CGS). Keputusan ini muncul setelah mereka mendapat sorotan tajam terkait kontrak CGS dengan badan imigrasi AS, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Menurut sejumlah laporan, Menteri Keuangan Roland Lescure dan beberapa anggota parlemen lainnya memang mendesak Capgemini untuk memberikan penjelasan. Kekhawatiran mereka berpusat pada metode penegakan hukum yang dijalankan oleh ICE. Kontrak dengan lembaga itu dianggap bermasalah.
Dalam pernyataan resminya, Capgemini terlihat berusaha menjelaskan posisinya. Mereka menyebut ada batasan hukum yang ketat di AS, terutama untuk kontrak dengan entitas federal yang menangani aktivitas bersifat rahasia.
"Batasan itu dinilai menghalangi Grup untuk melakukan pengendalian penuh atas operasional anak perusahaan," begitu bunyi pernyataan tersebut. Intinya, mereka kesulitan memastikan semua kegiatan CGS selaras dengan visi dan nilai-nilai induk perusahaannya.
Proses penjualan pun akan segera digulirkan. Meski begitu, Capgemini enggan menyebut bahwa kontrak dengan ICE adalah satu-satunya pemicu. Mereka lebih memilih untuk tidak menyinggungnya secara langsung.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026