✍🏻A. Ainur Rohman
Cerita ini berawal dari Samsuri. Namanya mungkin tak banyak dikenal, tapi dialah pelatih angkat besi dari Desa Sooka, Punung, yang punya mata tajam melihat berlian mentah. Di Pacitan, Jawa Timur, ia menemukan Luluk Diana Tri Wijayana.
Luluk hanyalah anak petani dari keluarga sederhana. Rumahnya semi permanen, kehidupannya jauh dari gemerlap kota. Tapi di situlah Samsuri melihat sesuatu yang istimewa. Ia membimbing, mengasah, dan membentuk Luluk hingga seperti sekarang.
Kini, siapa sangka? Luluk menjelma menjadi salah satu prospek terbaik Indonesia. Gelar juara dunia remaja dan junior sudah digenggamnya. Dan pekan ini, di ajang SEA Games, ia berhasil mengalahkan juara dunia dua kali asal Thailand. Medali emas pun diraih.
"
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral