Truk Kontainer Tersangkut dan Merusak Jembatan Air di Jalan Raya Kedunghalang Bogor
Sebuah insiden truk kontainer tersangkut terjadi di bawah jembatan air atau talang di Jalan Raya Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada struktur jembatan, termasuk kebocoran yang membuat air mengalir deras ke badan jalan raya.
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Benturan yang sangat keras dari truk kontainer mengakibatkan beton pada jembatan air retak, bocor, dan mengalami pengangkatan. Lingkaran keretakan yang terbentuk dilaporkan mencapai diameter sekitar 1 meter.
Akibat benturan tersebut, air dari saluran irigasi yang dialirkan dari Kali Cibalogo pun mengucur deras ke jalan raya. Tidak hanya kebocoran, besi beton pondasi jembatan juga dilaporkan patah dan menjulang, menimbulkan bahaya baru bagi pengendara.
Respon dan Penanganan Petugas
Tim Damkar Kota Bogor segera diterjunkan ke lokasi untuk menangani keadaan darurat ini. Tindakan utama yang dilakukan adalah memotong besi beton yang patah dan menjulang tersebut menggunakan peralatan rescue. Langkah ini penting untuk mencegah potensi kecelakaan lanjutan yang dapat membahayakan kendaraan yang melintas di bawah jembatan.
Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, yang bertanggung jawab atas pengawasan saluran irigasi tersebut, menyatakan akan segera melakukan perbaikan. Rencananya, akan dilakukan pengecoran ulang pada bagian jembatan yang rusak untuk menghentikan kebocoran dan mengamankan struktur.
Penyebab dan Permasalahan Ketinggian Jembatan
Insiden truk tersangkut di lokasi ini disebut-sebut bukanlah kejadian yang pertama. Tinggi ruang bebas awal jembatan dari jalan raya adalah 4 meter. Namun, karena adanya penambahan lapisan aspal secara berkala dalam perbaikan jalan, ketinggian efektifnya berkurang menjadi sekitar 3,8 meter. Penyusutan tinggi inilah yang seringkali menyebabkan body truk kontainer yang tinggi tersangkut dan menghantam jembatan air tersebut.
Kejadian ini menyoroti pentingnya evaluasi kelayakan dan ketinggian jembatan, terutama di ruas jalan yang sering dilalui kendaraan berat. Perbaikan struktural dan sosialisasi tinggi maksimal kendaraan diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Komisi Informasi Perintahkan BKN Buka Hasil TWK 57 Eks-Pegawai KPK
Kakorlantas Resmikan Gedung RTMC Jambi, Tekankan Pelayanan dan Persiapan Operasi Ketupat
Polandia Tangkap Warga Belarus Diduga Mata-Mata untuk Tiga Negara
Tottenham Tersungkur 1-4 dari Arsenal, Pelatih Akui Jarak Kualitas Kedua Tim