AMSTERDAM Sorotan kini tertuju pada Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia itu baru saja bergabung dengan Ajax Amsterdam, tapi sudah dihantam kritik pedas dari berbagai analis sepak bola Belanda. Nama Jordi Cruyff pun ikut terseret ke dalam pusaran kontroversi ini.
Awalnya, kedatangannya disambut cukup positif. Paes langsung mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi kiper utama, menggantikan Vitezslav Jaros yang harus absen hingga akhir musim karena cedera. Namun, nada positif itu berubah dengan cepat.
Setelah tiga pertandingan awal, performanya mulai dipertanyakan. Kritik memuncak usai Ajax ditaklukkan Groningen 1-3, Sabtu lalu. Bukan cuma permainannya yang jadi bahan omongan, tapi juga komentar keras yang dilontarkan Paes terhadap rekan setimnya setelah laga. Hal itu memicu reaksi beruntun.
Di sisi lain, beberapa pengamat mulai menyoroti peran Jordi Cruyff dalam transfer ini. Mantan penasihat teknis PSSI itu dianggap punya andil dalam proses perekrutan pemain di Ajax.
Henk Spaan, salah satu analis, tak ragu menyuarakan pendapatnya.
“Sejak hari pertama, direktur teknik baru itu sudah memperhitungkan transfer pemain Spanyol yang direkrutnya,” ujar Spaan.
“Pemain pertama yang direkrut Jordi adalah Maarten Paes. Dia tidak memberikan kesan yang baik,” lanjutnya.
Komentar yang jauh lebih keras datang dari Johan Derksen. Analis senior itu tak sungkan mempertanyakan keputusan klub.
“Siapa idiot yang membawa Maarten Paes ke Ajax? Dia kiper yang buruk! Setiap tendangan gawang berarti kehilangan penguasaan bola. Dia cuma kiper cadangan FC Utrecht, dan mereka menyingkirkannya karena kalau dia main, mereka kalah,” tegas Derksen.
Meski begitu, Paes sendiri pernah mengungkapkan bahwa transfernya difasilitasi oleh Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker. Jadi, sorotan ke arah Cruyff agaknya sedikit mengaburkan fakta itu.
Untuk saat ini, posisi Paes sebagai penjaga gawang utama masih tetap. Dia masih menjadi pilihan satu-satunya sementara Jaros masih dalam masa pemulihan. Tekanan terhadapnya jelas besar. Setiap penampilannya di pertandingan-pertandingan mendatang, dipastikan akan terus diawasi dengan ketat oleh publik dan media Belanda. Nasibnya di klub raksasa itu benar-benar di ujung tanduk.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman