New York, Rabu kemarin, dolar AS menunjukkan taringnya. Mata uang itu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang seolah tak terbendung. Menariknya, kenaikan itu bahkan berhasil menutupi laporan inflasi terbaru yang dirilis pemerintah.
Indeks dolar, alat ukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, melonjak 0,41 persen ke level 99,231. Data dari Xinhua itu menegaskan sentimen pasar yang masih memihak pada dolar.
Rinciannya, euro melemah jadi USD1,1569 dari posisi sebelumnya USD1,1644. Poundsterling Inggris pun tak berkutik, turun ke USD1,3407. Terhadap yen Jepang, dolar dibeli di level 158,89 yen, naik cukup signifikan dari 157,63 yen di sesi sebelumnya.
Tak cuma itu. Dolar juga menguat terhadap franc Swiss, dolar Kanada, dan krona Swedia. Pergerakannya seragam, mengindikasikan tekanan beli yang cukup luas.
(Dolar AS. Foto: Freepik)
Lonjakan Minyak yang Tak Terduga
Di sisi lain, harga minyak justru mencuri perhatian. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melesat 4,55 persen. Padahal, upaya meredamnya sudah dilakukan.
Badan Energi Internasional (IEA) baru saja mengumumkan pelepasan cadangan strategis terbesar dalam sejarah: 400 juta barel. Langkah darurat ini jelas ditujukan untuk meredam gejolak pasokan akibat konflik yang masih berlangsung. Tapi nyatanya, pasar seolah mengabaikan intervensi besar-besaran itu. Minyak tetap meroket.
Sementara itu, laporan inflasi AS datang tanpa kejutan. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,3 persen secara bulanan, mendorong inflasi tahunan menjadi 2,4 persen. Angka ini sesuai prediksi pasar.
CPI inti, yang mengesampingkan komponen makanan dan energi yang fluktuatif, juga naik 0,2 persen secara bulanan dengan tingkat tahunan 2,5 persen. Tidak ada yang mengejutkan dari data ini.
Namun begitu, ada satu data lain yang patut dicatat. Departemen Keuangan AS melaporkan defisit anggaran federal telah tembus USD1 triliun untuk tahun fiskal hingga Februari. Kabar baiknya? Angka ini ternyata jauh lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu. Setitik cahaya di tengah hiruk-pikuk pasar valas dan komoditas energi.
Artikel Terkait
Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Blambangan Ekspres di Batang
Wakil Ketua MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Bocah SD di Kediri Alami Luka Berat Akibat Ledakan Mercon Rakitan yang Dibeli Bahannya Secara Online
Utusan Rusia Kritik Gaya Negosiasi AS ke Iran: Berhenti Gunakan Pemerasan dan Ultimatum