Batu Bara Dominan, KAI Logistik Tumbuh 4% dari Layanan Lain

- Rabu, 21 Januari 2026 | 21:06 WIB
Batu Bara Dominan, KAI Logistik Tumbuh 4% dari Layanan Lain

Sepanjang tahun 2025, KAI Logistik berhasil mengangkut total 22,9 juta ton barang. Angka yang cukup besar ini, kalau dirinci, ternyata didominasi oleh komoditas batu bara. Volume pengangkutan batu bara saja mencapai 16,9 juta ton, jauh melampaui jenis barang lainnya.

Lalu, bagaimana dengan kontribusi lini bisnis lain? Ternyata cukup beragam. Layanan prapurna BBM dan BBK menyumbang 3,1 juta ton, disusul kontainer sebanyak 2,5 juta ton. Untuk semen dan limbah B3, volumenya berkisar 432 ribu ton. Sementara layanan kurir mereka mengangkut 65,6 ribu ton barang.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengakui bahwa tahun lalu penuh dinamika. Pernyataannya disampaikan Rabu (21/1).

"Tahun 2025 menjadi tahun penuh dinamika dan tantangan. Walaupun capaian kinerja volume menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun 2024, namun perseroan dapat membukukan pendapatan usaha dengan pertumbuhan 4 persen sebesar Rp 1,1 triliun," ujarnya.

Yuskal tak memungkiri bahwa fluktuasi di industri batu bara memang berdampak. Namun begitu, dia melihat sisi positifnya. Justru di tengah tantangan itu, segmen layanan lain justru menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan.

"Dinamika industri khususnya industri batu bara memengaruhi capaian kinerja perusahaan. Menurutnya, walaupun perseroan menghadapi tantangan pada layanan pengelolaan batu bara, perseroan juga menunjukkan pertumbuhan pada segmen layanan lain seperti angkutan kontainer, angkutan Limbah B3, layanan pra-purna BBM/BBK hingga angkutan ritel," jelasnya.

Pertumbuhan itu nyata. Untuk angkutan kontainer, volumenya naik 8 persen. Pencapaian ini didorong oleh penambahan rangkaian kereta, perjalanan yang lebih intensif, serta fokus pada pengembangan ekosistem logistik halal dan green logistic.

Yang lebih mencengangkan lagi adalah kinerja layanan Limbah B3. Pertumbuhannya melesat hingga 37 persen, dari sekitar 10 ribu ton di tahun sebelumnya menjadi lebih dari 14 ribu ton di 2025. Ini jadi yang tertinggi.

Layanan ritel juga tak kalah bagus, tumbuh signifikan sebesar 11 persen. Yuskal membeberkan strategi di baliknya.

"Berbagai ekspansi dilakukan di sepanjang tahun 2025 di antaranya perluasan cakupan layanan termasuk ke seluruh Indonesia, perluasan titik layanan service point, penguatan kolaborasi dan kemitraan dengan pihak-pihak strategis, hingga penyempurnaan layanan seperti perlindungan asuransi sepeda motor dan layanan digital kurir melalui aplikasi KAI Logistik TRAX," lanjutnya.

Di sisi lain, perusahaan juga gencar melakukan diversifikasi. Mereka mengembangkan layanan di luar rel, seperti freight forwarding dan project logistics, untuk menangani proyek logistik berskala besar.

Rantai pasok pergudangan pun tak luput dari perhatian. Mereka baru saja membangun gudang baru di Cirebon yang mengutamakan efisiensi energi. Gudang seluas 1.452 meter persegi itu sudah dilengkapi panel surya on-grid berkapasitas 20.000 watt, sebagai bagian dari komitmen pengelolaan energi yang lebih cerdas.

Menutup paparannya, Yuskal berharap capaian tahun ini menjadi batu pijakan yang kokoh.

"Capaian sepanjang 2025 menjadi dasar bagi perusahaan untuk melangkah lebih kuat di tahun 2026. Melalui berbagai langkah penyempurnaan dan peningkatan berkelanjutan, perusahaan berkomitmen memperkuat kinerja operasional, kualitas layanan, dan daya saing guna menjawab tantangan industri logistik ke depan," tutupnya.

Jadi, meski ada tekanan di sektor batu bara, KAI Logistik berhasil mencari celah pertumbuhan dari lini-lini bisnis lainnya. Sebuah strategi yang terlihat cukup efektif untuk menghadapi ketidakpastian.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar